Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Juni 2016

Gila ! 2 Minggu Sebelum Lebaran, Ahok Akan Gusur Kampung Baru.

Gila ! 2 Minggu Sebelum Lebaran, Ahok Akan Gusur Kampung Baru.

POSMETRO INFO - Belasan warga Kampung Baru, Kawasan Pelabuhan dan Pelelangan Ikan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, mendatangi Balai kota. Mereka ingin memprotes soal rencana penertiban permukiman yang disebut bakal dilakukan 2 minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Koordinator Jaringan Rakyat Miskin Kota Eni rochayati menilai rencana penggusuran sebelum lebaran sangat memberatkan warga. Karena, menurutnya, banyak warga yang mengumpulkan uang untuk menyambut lebaran atau pulang kampung.

"2 Minggu sebelum lebaran, gila enggak sih. Sementara mereka mengumpulkan uang untuk pulang kampung, untuk lebaran," Kata Eni di Balai kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (9/6).

Namun, Eni tidak menampik bahwa warga yang akan menjadi target gusuran membangun bangunan di atas laut. Apalagi, beberapa hari terakhir kawasan itu terendam banjir karena air rob pasang.

Eni mewakili warga menegaskan hal itu bukan serta merta jadi alasan Pemprov DKI untuk langsung melakukan penggusuran apalagi sosialisasi hingga saat ini belum dilakukan.

"Memang di atas laut mereka, alasannya untuk tanggul. Ya memang mereka 2 hari kena banjir rob ya, tapi kan bukan berarti ketika kena banjir rob langsung digusur begitu, jangan dong," tegas Eni.

Sesungguhnya, lanjut Eni, warga Kampung Baru bersedia untuk direlokasi. Asalkan, warga mendapat ganti rugi yang setimpal dan dekat dengan tempat mereka mencari nafkah. Mengingat rata-rata masyarakat yang tinggal hanya bekerja di pelelangan ikan dan penghasilan terbilang pas-pasan.

"Orang miskin gampang kok diatur, mereka cuma minta solusi kok. Enggak minta apa-apa ya kan? Mereka cuma minta relokasi, mereka terima kok rusun, asal dekat dengan tempat kerja mereka," pungkasnya.[merdeka]

Viral di Sosial Media, Polisi Buru Remaja Pengunggah Foto Bekantan.

Viral di Sosial Media, Polisi Buru Pengunggah Foto Bekantan.

POSMETRO INFO - Sekumpulan pemuda dengan bangga memamerkan di akun Facebooknya menangkap hewan bekantan yang dilindungi. Foto yang diunggah ke Facebook itu menyebar luas. Kecaman datang ke akun Uchu'adam Dhoang dengan judul 'foto bareng'.

Belum diketahui kapan foto diambil. Yang pasti lokasinya di daerah Sambas, Kalimantan Barat. Pengunggah foto itu masih pelajar.

"Sudah kami cek dan Insya Allah dalam waktu dekat bisa kita tuntaskan," jelas Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sustyo Iriono, Kamis (9/6/2016).

Menurut Sustyo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Reskrim Polsek Teluk Keramat, Kabupaten Sambas. "Besok pagi bersama akan ke TKP," tegas dia.

"Informasi dari seksi bahwa besok beserta Polsek Teluk Keramat akan mencari alamat rumahnya dan sekolahnya seperti yang dimuat di akun Facebooknya," ujarnya. [detik]

Rabu, 08 Juni 2016

Minta Indonesia Blokir Google dan Youtube, ICM Jadi Trending Topic.

Minta Indonesia Blokir Google dan Youtube, ICM Jadi Trending Topic.

POSMETRO INFO - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) meminta pemerintah memblokir situs Google dan YouTube. Gara-gara tuntutannya ini, ICMI sempat menjadi trending topic di Twitter.

Trending topic "ICMI" ini terpantau beberapa jam saat pergantian Selasa malam ke Rabu (8/6) dini hari. Beragam komentar lewat akun masyarakat muncul. "Baru baca rame-rame soal icmi. Lumayan lah hiburan daripada joke kriuk," kata akun sighwie pada 03.00 WIB.

Kebanyakan, komentar-komentar yang beredar di Twitter berisi nada-nada tak setuju terhadap sikap ICMI itu. Misalnya ada akun yang menyatakan tak setuju karena dia perlu mengerjakan skripsi dengan bantuan situs mesin pencari itu.

"Jangan ah. Gw blm skripsi soalnya wkwk," cuit Try G. Daeli lewat akun @DaeliTry sekitar pukul 01.00 WIB.

Namun ada pula yang justru terinspirasi untuk membikin penelitian soal sikap ICMI ini. Fajar Junaedi lewati akun @fajarjun sekitar pukul 01.00 WIB menyatakan diskursus pemblokiran Google dan YouTube cukup menarik untuk dijadikan bahan skripsi.

"Si ICMI lagi trending tuh. Biar para cendekiawan pada mikir," cuit Chairul Anwar lewat @Anwar_CH sekitar pukul 01.00 WIB.

Tak Mungkin dilarang 
Sementara itu, Ketua Umum ICMI Dr Jimly Asshiddiqie menegaskan ICMI tak pernah mendesak pemerintah menutup situs Google dan Youtube. Pernyataan Sekjen ICMI Jafar Hafsah terkait hal itu ditegaskan bukan sikap resmi organisasi.

"Itu bukan sikap resmi ICMI. Tidak mungkin Google sama Youtube dilarang karena kita bukan China, kalau di China memang dan sudah sepuluh tahun lalu," kata Jimly.

Namun pemerintah bisa melakukan berbagai upaya untuk menyaring konten yang kurang pas di dalamnya. ICMI juga sudah bicara langsung dengan Menkominfo terkait hal ini.

"Yang harus kita lakukan sebagai bangsa bermoral adalah membimbing generasi muda dan pengguna Mensos agar punya pilihan moral masing-masing untuk tidak membuka situs-situs porno," kata Jimly.

"Sebaiknya pemerintah, dan saya juga sudah bicara dengan menteri, agar mengefektifkan pemblokiran situs porno itu dan pemerintah punya pandangan yang sama. Kalau kita bicara melarang Google dan Youtube itu tidak bisa karena kita di dunia bebas seperti sekarang," imbuh Jimly.

Jimly kemudian meluruskan pernyataan Sekjen ICMI Jafar Hafsah yang sempat membuat heboh hingga menjadi trending topic. "Statemen Pak Jafar itu ada jika, ada kalau, jadi dia minta supaya Google dan Youtube memblokir sendiri konten pornonya, kalau tidak mau dan tidak mungkin karena materi kontennya itu banyak sekali yang baru. Itulah realitas dunia maya, tinggal kita para penggunanya menentukan pilihan moral sendiri. Nah, itu tugas kita untuk mendidik bangsa ini supaya menggunakan situs yang berfaedah," bebernya. 

Ini yang Bakal Dilakukan Kemenkominfo
Setali tiga uang dengan Jimly, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akan mengeluarkan peraturan menteri untuk mencegah konten pornografi dan kekerasan.

"Kita sudah menguji selama sebulan lebih Peraturan Menteri tentang Pengelolaan Aplikasi dan Konten Internet. Diharapkan sebulan lagi terbit," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu.

Ismail menjelaskan, masukan publik sedang dihimpun untuk menyempurnakan Permen itu. Rencananya, Permen dirancang juga untuk mencegah konten negatif di jagat internet. Pertama, semua penyelenggara sistem elektronik seperti Google, YouTube, Instagram, Facebook, dll perlu memiliki kantor perwakilan di Indonesia.
"Harus memiliki bentuk usaha tetap (BUT) di Indonesia. Perwujudannya bisa membuat badan usaha yang punya kantor perwakilan di sini, kalaupun tidak maka dia bekerjasama dengan operator yang ada di sini. Agar bila ada maslaah maka bisa langsung dikonsultasikan," tutur Ismail.

Kedua, semua penyelenggara sistem elektronik di internet itu harus mengikuti ketentuan-ketentuan pajak di Indonesia. Dan ketiga, para penyelenggara laman di dunia maya harus tunduk pada hukum di Indonesia.

"Ketiga, dia harus wajib tunduk pada peraturan perundang-undangan di Indonesia," ujarnya.

Dia mencontohkan situs Netflix.yang diwajibkan tunduk kepada undang-undang di Indonesia. Semua film yang disediakan Netflix harus melalui sensor. Kalau tak mau ikut peraturan, maka tak boleh beroperasi di Indonesia. Bagaimana dengan YouTube?

"YouTube adalah situs berbagi. Bukan YouTube-nya yang menyediakan konten. Kalau kemarin, kita temukan video radikalisme, itu bukan YouTube yang menyediakan. Artinya, kita surati YouTube supaya menurunkan konten itu," tuturnya.

Sekjen ICMI juga memprotes banyaknya konten pornografi dan kekerasan di Google. Kemenkominfo juga sudah sering menyurati Google agar tak menampilkan konten negatif itu.

"Namun tak dapat dipungkiri, masyarakat juga banyak menemukan informasi yang bermanfaat," kata Ismail soal jagat maya secara umum.[hariansib]

Astagfirullah ! Ibu Bakar Anak Gadisnya hingga Tewas gara-gara Kawin Lari


POSMETRO INFO - Seorang wanita di kota Lahore, Pakistan, ditangkap aparat kepolisian karena membakar anak perempuannya hingga tewas.

Berdasarkan keterangan polisi, wanita bernama Parveen itu tega melakukan perbuatan keji tersebut karena sang anak menikah tanpa persetujuan keluarga.

Polisi mengungkapkan, di tubuh korban bernama Zeenat Rafiq itu, juga ditemukan tanda-tanda penganiayaan sebelum dia disiram dengan bahan bakar cair dan disulut hingga terbakar.

Seperti diberitakan laman BBC, Kamis (9/6/2016), sang ibu awalnya memerintahkan Rafiq untuk meninggalkan rumah mertuanya. Namun, perintah itu ditolak hingga terjadi kasus ini.

Penyerangan terhadap wanita yang melanggar aturan konservatif dalam pernikahan di Pakistan sudah terjadi tiga kali sepanjang bulan ini. 

Minggu lalu, seorang guru, Maria Sadaqat, juga dibakar di Murree, dekat Islamabad, karena menolak lamaran pernikahan. Maria pun tewas akibat luka bakar yang dialaminya.

Pada awal bulan, para tokoh kampung di dekat Abbottabad memerintahkan pembunuhan terhadap seorang gadis muda. Wanita itu pun tewas dibakar karena dituduh membantu teman untuk kabur bersama kekasihnya.

Kini, Zeenat Rafiq, gadis berusia 18 tahun ini, menjadi korban. Sebelum dibakar, dia mengalami penganiayaan. Menurut polisi, di tubuhnya ditemukan tanda-tanda kekerasan, termasuk jejak cekikan di leher. 

Penyelidikan terhadap jasad Rafiq menunjukkan dia masih hidup ketika dibakar.

Perwira Polisi Ibadat Nisar mengatakan, saat ini polisi masih memburu abang kandung Rafiq yang kini buron.

Sementara itu, sang ibu ditemukan bersama dengan jasad Rafiq di rumah mereka.

"Si ibu sudah mengakui perbuatannya, tetapi kami sulit memercayai ada wanita berusia 50 tahun dapat melakukan aksi semacam ini sendirian, tanpa bantuan anggota keluarga yang lain," kata Nisar.

Kasus ini terungkap ketika para tetangga mengontak pihak berwenang setelah mendengar ada teriakan. Namun, Rafiq sudah telanjur tewas ketika polisi tiba di lokasi kejadian.

Rafiq dan suaminya Hassan Khan diketahui menikah seminggu lalu di hadapan pengadilan setelah sebelumnya Rafiq kabur dari keluarganya. Dia pergi dan tinggal bersama keluarga Hassan.

"Ketika dia mengaku kepada orangtuanya tentang kami, dia langsung dihajar dengan keras. Darah sampai keluar dari hidung dan mulutnya," kata Hassan.

"Keluarga Rafiq meminta dia kembali dan menjanjikan rekonsiliasi dengan pesta pernikahan yang pantas. Namun, dia tetap takut," kata dia.

"'Mereka tak akan memberikan kesempatan kepada saya', begitu kata dia," ujar Hassan lagi.

Menurut Hassan, dengan keraguan yang melanda, Rafiq sesungguhnya tak mau kembali ke rumah. "Namun, pihak keluarga terus berusaha meyakinkan dia," ungkap pemuda itu.

"Namun, tak pernah kami bayangkan bahwa dia akan dibunuh seperti sekarang ini," katanya.

Kebiasaan tak berubah

Hampir 1.100 wanita di Pakistan dibunuh oleh sanak keluarganya sendiri sepanjang tahun lalu.

Pembunuhan itu umumnya mereka sebut sebagai pengorbanan untuk menyelamatkan kehormatan keluarga.

Sebuah lembaga independen Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) mengungkapkan, masih banyak kasus serupa yang tak dilaporkan.

Kekerasan terhadap wanita oleh famili sendiri seolah menjadi hal yang lumrah di Pakistan.

Najam U Din, selaku salah satu Direktur HRCP, mengatakan, kebiasaan sosial di Pakistan ini tak berubah meski sudah terjadi peningkatan taraf pendidikan dan juga kebebasan bagi kaum perempuan.

"Jadi, ketika wanita menjadi lebih tegas dan enggan tunduk kepada keluarga, misalnya ketika mereka berkeras untuk melanjutkan pendidikan, atau mengambil keputusan independen lainnya, lingkungannya akan melarang," kata Din.(ks)

Sedih , Di Gusur Ahok ,Ada Kehangatan Ramadan yang Hilang yang Dirasakan Warga Pasar Ikan Luar Batang



POSMETRO INFO - Bulan Ramadan tengah memasuki hari keempat. Warga di kawasan eks Pasar Ikan,Penjaringan, Jakarta Utara menjalani bulan suci umat islam ini dengan tetap khusyuk namun dengan keprihatinan.

Salah satu warga asli yang telah tinggal selama puluhan tahun Topan (30) menuturkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara Ramadan tahun ini dan tahun-tahun yang sudah berlalu.



"Jelas beda. Perjuangannya lebih dahsyat. Kalo dulu enak di rumah sendiri. Sekarang mah nggak bisa. Nggak nyaman aja," ujar Topan saat ditemui Rabu (9/6/2016).

Momen kebersamaan menjadi faktor pembeda utama bagi pria yang bekerja serabutan ini. Penggusuran yang telah berlangsung selama 2 bulan membuat tradisi Ramadan kali tak sehikmat tahun sebelumnya. 



Tak ada lagi kentongan sahur keliling di sekitar rumah warga untuk saling mengingatkan waktu imsak. Begitu pula keadaan musala yang saat ini sepi karena ada banyak warga yang juga sudah memutuskan untuk pindah.

"Kalo tahun lalu musala penuh sampai nggak cukup buat sholat maghrib, rencananya sebelum digusur mau direnovasi tapi keburu kejadian ini," ujar Topan sembari memandang ke selasar musala.


Warga Pasar Ikan direlokasi pada 11 April 2016 lalu oleh pemerintah DKI Jakarta. Warga dipindahkan ke Rusun Rawa Bebek dan Rusun Marunda. Relokasi menyisakan masalah yang belum terselesaikan seperti masih bertahannya warga di tenda-tenda yang minim fasilitas listrik dan air besih. (dtk)

Ealah ! 6 Pemuda Upload Photo Tangkap Bekantan Bikin Heboh Dan Murka Netizen, Rasin Di Buru Aparat !


POSMETRO INFO - Lagi, kasus penangkapan hewan dilindungi mencuat di media sosial Facebook. Sebanyak 6 pemuda tampak memajang foto dengan seekor bekantan.

Ada 6 foto yang dipajang oleh akun Uchu'adam Dhoang dengan judul 'foto bareng' di Facebook pada Senin (6/6/2016) lalu. Si pemilik akun dalam profilnya diketahui tinggal di Sambas, Kalimantan Barat.

Foto yang dipajang di FB itu menampilkan bekantan yang tak berdaya dengan wajah terluka. Tak diketahui apakah bekantan itu masih hidup atau sudah mati. 6 Pemuda itu tampak senang berfoto dengan bekantan. Salah seorang di dalam foto itu tampak memanggul senapan angin yang diduga untuk berburu. 

Hingga pagi ini, foto itu sudah mendapat 52 like dan dibagikan kepada 9.294 akun.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Sustyo Iriono saat dikonfirmasi sudah mengetahui kabar tersebut. Saat ini pihaknya sedang mencari tahu keberadaan pelaku.

"Lagi dicari, sudah ketemu alamatnya," ucap Sustyo kepada detikcom, Kamis (9/6/2016).

Sustyo membenarkan bahwa lokasi pelaku berada di Sambas, Kalbar. Dia menyebut bekantan adalah hewan yang dilindungi. "Ancaman hukumannya diatur UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem," ucap Sustyo.

Kasus serupa pernah terjadi sebelumnya, yaitu seorang professor hukum dilaporkan BKSDA Sulawesi Utara ke polisi karena menangkap monyet langka dan dilindungi. 

Kemudian ada juga seorang mahasiswi di Jember yang harus berurusan dengan polisi, gara–gara mengunggah foto hasil berburu kucing hutan yang masuk hewan langka dilindungi undang-undang.(dtk)

Plesetkan Kepanjangan KPK jadi "Komisi Perlindungan Korupsi", Staf Mendagri Dipecat !

Plesetkan Surat KPK jadi "Komisi Perlindungan Korupsi", Staf Mendagri Dipecat !

POSMETRO INFO - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo memecat stafnya yang menulis kepanjangan KPK menjadi Komisi Perlindungan Korupsi. 

Singkatan itu ditulis di sampul surat undangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sontak kesalahan itu sempat membuat ramai dunia maya dan banyak dikomentari netizen. 

Tjahjo mengungkapkan ada indikasi sabotese terkait insiden salah ketik tersebut. "Insiden salah ketik surat Kemendagri “Komisi Perlindungan Korupsi”, ini merupakan sabotase di dalam Kementrian. #InsidenSurat," tulis Tjahjo melalui akun Twitter-nya, @tjahjo_kumolo, Kamis (9/6/2016).

Menurut dia, insiden tersebut telah membuat malu lembaga Kemendagri. Padahal, selama ini pengetikan alamat surat tidak pernah mengalami kesalahan. "Baru semalam saya mencari tahu langsung kebenarannya, dan benar ada sabotase dr dalam. #InsidenSurat," tulis Tjahjo. 

Tjahjo mengakui telah memerintahkan kepada Sekretaris Jenderal Kemendagri, Direktur Jenderal Politik untuk memeriksa pegawai yang mengetik surat tersebut. "Dan hari ini segera dipecat tdk hormat. #InsidenSurat," ungkap Tjahjo. 

Menurut dia, pemecatan tersebut untuk menimbulkan efek jera agar tidak ada lagi staf Kemendagri yang mencoba melakukan sabotase. Tidak hanya memecat stafnya, Tjahjo juga mengirim surat kepada pimpinan KPK meminta maaf atas insiden tersebut. 

"Kemendagri hari ini minta maaf secara resmi tertulis kepada pimpinan KPK," ungkap Tjahjo. 

Dia pun kembali menegaskan institusinya telah memecat pegawai yang mengetik amplop surat kepada KPK. "Indikasinya disengaja disalahkan/diplesetkan," tulis Tjahjo.[sindo]

Tawuran Pecah ! Kaca Gerbong KRL Pecah-Pecah Dilempari Batu.

Tawuran Pecah ! Kaca Gerbong KRL Pecah-Pecah.

POSMETRO INFO - Kepala Humas KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) Eva Chairunnisa mengatakan, ada sejumlah masalah yang dihadapi kereta rel listrik (KRL) lintas Bekasi pagi ini. Kabel persinyalan KRL terbakar, kemudian kaca gerbong kereta pecah terkena lemparan batu.

Eva menjelaskan, peristiwa kebakaran terjadi pukul 06.17 WIB di antara Stasiun Cakung-Stasiun Bekasi. "Kabel persinyalan terbakar akibat dari oknum warga yang membakar sampah di bawah flyover (jembatan layang) kranji dan mengenai jaringan kabel persinyalan," katanya.

Karena sistem persinyalan mengalami gangguan, perjalanan dari Cakung-Bekasi atau sebaliknya sempat tidak dapat dilalui. "Kami mohon maaf atas adanya gangguan operasional," katanya.

Selanjutnya, Eva menuturkan, sekitar pukul 06.35 WIB antara Stasiun Buaran dan Stasiun Klender terjadi tawuran antar warga yang menyebabkan perjalanan kereta juga terganggu. "Akibat peristiwa ini, perjalanan KRL dari Bekasi sempat beroperasi sampai Stasiun Cakung," katanya.

Dia mebambahkan, warga yang tawuran melempar batu dan mengenai KA 1313 saat akan memasuki Stasiun Klender Baru. "Satu kaca pintu pecah dan tidak ada korban dalam kejadian ini, dampak pelemparan tersebut KRL tidak dapat dioperasikan lantaran harus masuk Dipo untuk perbaikan dan membutuhkan waktu sekitar dua jam untuk memperbaikinya," katanya.

Eva mengatakan, saat ini dua jalur lintas Bekasi-Jakarta Kota dan sebaliknya telah dapat dilalui, namun masih terdapat antrian KRL yang akan menyebabkan waktu tempuh lebih panjang karena beberapa jalur sempat tidak dapat dilalui KRL akibat tawuran. "Saat ini perangkat persinyalan masih proses perbaikan dampak dari kebakaran," katanya.

PT KCJ mengimbau penumpang lintas Bekasi yang tergesa-gesa menuju tempat tujuan agar menggunakan moda transportasi lain dan dapat melakukan pengembalian tiket pada loket yang tersedia apabila telah melakukan transaksi. Sementara pengguna jasa yang akan tetap menggunakan jasa KRL juga diimbau agar tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.

"Kami mengecam keras aksi tawuran yang berdampak fatal dan mengakibatkan terganggunya perjalanan kereta api serta meminta pihak berwajib agar segera menangkap oknum warga yang melakukan pembakaran tersebut," katanya.[republika]

Produk Cokelat "M&M" Dilarang di Swedia, Mengapa?


POSMETRO INFO - Pengadilan Swedia memutuskan untuk melarang penjualan produk permen berbalut cokelat mereka M&M yang diproduksi oleh Mars.

Diwartakan Kantor Berita AFP, Rabu (9/6/2016), hakim menjatuhkan putusan itu karena menilai, produk M&M tersebut sangat mirip dengan sebuah produk lokal di Swedia. 

Jika pihak Mars tidak mengajukan banding terhadap putusan ini, maka mulai bulan Juli mendatang produk "M&M" menjadi barang terlarang di Swedia. 

Sebelumnya, terkait perkara tersebut, pengadilan banding di Stockholm pada awal bulan ini memberikan hak eksklusif kepada produsen cokelat Swedia Marabou untuk memakai merek "M" di produk cokelat almond dan kacang mereka. 

Merek Marabou adalah milik produsen makanan ringan besar di Amerika Serikat Mondalez. Pabrik yang sama yang memproduksi Oreo dan Toblerone.

Pihak Mars mengaku belum menyerah. Kendati demikian mereka belum memastikan apakah akah mengajukan banding atau tidak. 

"Kami selalu percaya bahwa tak akan pernah ada kebingungan konsumen terkait produk cokelat warna-warni kami, 'M&M', sebagai salah satu mereka paling masyur di dunia, dengan mereka 'M' pada produk cokelat milik Marabou," demikian pernyataan Mars.  

"Terkait keputusan pengadilan yang ada, kami akan memperlajarinya lebih jauh demi mereka yang disayangi di Swedia ini."  

Selain "M&M", Mars juga memproduksi "Bounty" dan "Snickers". Mars telah terlibat sengketa dengan Marabou sejak tahun 2009 terkait penjualan produk "M&M" yang mirip dengan merek "M" yang dijual sejak 1957 di Swedia. (ks)

Duh ! Kemendagri Kirimi Surat, Ledek KPK "Komisi Perlindungan Korupsi".

Duh ! Kemendagri Kirimi Surat, Ledek KPK "Komisi Perlindungan Korupsi".

POSMETRO INFO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima surat dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 7 Juni 2016. Namun ada yang berbeda dari ejaan surat yang ditujukan pada lembaga antirasuah tersebut.

Surat itu beredar di kalangan wartawan, Rabu (8/6/2016). Sekilas tak tampak aneh dari surat tersebut. Terdapat lambang Burung Garuda di bagian atas surat tersebut, sementara tulisan ‘Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia’ tercetak dalam huruf kapital berwarna hitam.

Namun, keanehan tampak di bagian penerima surat. Tertulis ‘Kepada Yth. Komisi Perlindungan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta’. Tulisan ‘Perlindungan’ pun tampak dilingkari menggunakan bolpen. Terlihat pula cap tanda terima surat KPK tertanggal 7 Juni 2016.

Tulisan ‘Perlindungan’ itu terlihat mencolok lantaran kepanjangan dari P dari KPK yaitu ‘Pemberantasan’ bukan ‘Perlindungan’.

Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati saat dikonfirmasi membenarkan adanya surat dengan kesalahan ejaan pada KPK tersebut.

“Surat diterima KPK 7 Juni, tapi karena kelalaian maka kemudian ditarik untuk direvisi,” kata Yuyuk saat dikonfirmasi.

Namun Yuyuk belum mengetahui apa isi surat tersebut. Surat itu pun telah dikembalikan untuk direvisi oleh pihak Kemendagri.

Mendagri Tjahjo Kumolo saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui, namun dia telah memerintahkan sekretaris jenderalnya untuk mengecek kebenaran serta keberadaan surat tersebut.

“Saya sudah minta Sekjen dan Dirjen Politik untuk cek kebenaran amplop (surat) tersebut, yang selama ini surat-surat ke KPK tidak pernah salah,” ucap Tjahjo dikonfirmasi terpisah.

“Ini memang ada kesalahan di staf ketik Kemendagri atau ada pihak ketiga yang jahil, sedang diusut kebenarannya,” imbuhnya.[tigapilarnews]

Mantap ! Menhan Ryamizard Minta Kolonel Pengedar Uang Palsu Dihukum Potong Tangan !


POSMETRO INFO - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akhirnya angkat bicara mengenai adanya oknum TNI AD berpangkat kolonel berinisial AL yang tertangkap mengedarkan uang palsu (Upal). Anggota TNI berpangkat kolonel yang berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu diamankan Bareskrim Polri. 

Menhan menegaskan siapapun yang mengedarkan uang palsu harus ditindak tegas. Bahkan, dia mengusulkan kepada pengedar uang palsu untuk dipotong tangan. 

"Pokoknya yang salah dihukum terserah saja mau dihukum apa. Hukum potong tangan terserah," kata Ryamizard, di Kediaman Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (8/06/2016). 

Seperti diketahui, penangkapan terhadap AL berawal ketika Anggota Bareskrim menerima informasi adanya peredaran uang palsu. Kemudian, dilakukan penyamaran sebagai pembeli dan bertransaksi di halaman parkir RS Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta Timur, pukul 11.50 WIB.

"Penyidik bertransaksi kepada MR, MR menuju AL lalu uang itu ada pada AL," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul.

Martinus mengatakan, 3000 lembar upal pecahan Rp100 ribu tersebut dijual oleh tersangka AL seharga Rp50 juta. "Kualitas upal cukup halus, dilakukan dua cara, printer untukhaluskan dan sablon untuk nunjukin tanda airnya, sehingga sulit untuk dideteksi," katanya.

Saat ini tersangka AL oleh penyidik Bareskrim telah diserahkan kepada Pomdam Jaya untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara tersangka MR masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan upal lainnya.  (rn)

Ketika Amplop Undangan Mendagri Ke KPK Bertuliskan " Kepada Yth (KPK) Komisi Perlindungan Korupsi"


POSMETRO INFO - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo menyatakan dirinya akan memecat petugas yang telah membuat malu Kemendagri karena salah menulis "Komisi Pemberantasan Korupsi" menjadi "Komisi Perlindungan Korupsi."

"Terkait amplop undangan Mendagri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang salah tulis menjadi Komisi Perlindungan Korupsi akan menindak tegas pelakunya. Terkait amplop kepada KPK yang singkatan salah," kata Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (08/06/2016).

Tjahjo menegaskan dirinya telah meminta Sekjen Kemendagri untuk mencari pelakunya. "Sikap saya sebagai Mendagri tegas bahwa siapa yang ketik surat nama lembaga KPK salah /pasti ada unsur kesengajaan, dan kalau benar ada staf yang mengetik sengaja atau tidak sengaja salah, saya sudah minta kepada Sekjen Kemendagri apapun siapapun pegawai tersebut harus langsung diberhentikan dengan tidak hormat," kata Tjahjo.

Disebutkannya, kesalahan tersebut telah membuat malu dirinya dan Kementerian Dalam Negeri. "Karena sudah  mempermalukan Kemendagri dan agar ada efek jera kepada staf lain untuk saling chek richek serta hati-hati terkait isi surat dan mengetik alamat kepada surat keluar kepada siapapun tersebut harus benar. Selama ini tidak pernah salah kenapa tiba-tiba salah. Padahal sudah puluhan surat dikirim ke KPK. Dan Kemendagri akan meminta maaf resmi kepada KPK atas kecerobohan tersebut," kata politisi PDIP itu. (rn)

Subhanallah ! Berbuka Puasa di Warung Soto Ini Cukup Bayar dengan Doa


POSMETRO INFO - Jika mencari tempat berbuka puasa saat Ramadhan tahun ini, Soto Kauman Express, Depok, bisa jadi tempat yang unik. Pasalnya, di warung soto ini, transaksi untuk menikmati menu berbuka puasa dibayar dengan doa alias gratis.

Pengunjung akan disuguhkan satu menu berbuka puasa, seperti soto orisinal Soto Kauman Express, buah kurma, jus belimbing, dan satu hidangan pilihan yang setiap hari berganti. Kemudian, pengunjung cukup menuliskan doa di secarik kertas yang disediakan oleh pelayan Soto Kauman Express.

Pemilik Rumah Makan Soto Kauman Express, Ubaidillah, mengatakan, pola transaksi tersebut termasuk ke dalam program yang bertajuk "Buka Puasa Bayar Pake Doa". Program ini masuk tahun ketiga yang telah dilakukan sejak tahun 2014.

"Tahun ini bedanya dari tahun lalu lebih variatif makanannya. Kalau tahun lalu, cuma ada satu pilihan makanannya. Sekarang ada sembilan pilihan. Kita enggak nyebut gratis, kita gantinya dengan doa. Jadi kartu itu sebagai kuitansi," kata Ubaidillah (34) saat ditemui KompasTravel di Soto Kauman Express, Depok, Rabu (8/6/2016).

Pemilik Soto Kauman Express, Ubaidillah (34) memegang kartu doa sebagai alat transaksi berbuka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Kartu doa adalah alat membayar makanan yang disajikan dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa".
Ayah dari tiga anak ini menambahkan, program Buka Puasa Bayar Pake Doa adalah program unggulan yang menjadi ajang berbagi pada bulan Ramadhan. Selain menjadi ciri khas Soto Kauman Express, Ubaidillah ingin mengejar dua keutamaan bulan Ramadhan, yakni pahala dan doa orang yang berpuasa.

"Ketika memberi makanan berbuka puasa, pahalanya sama seperti yang berpuasa dan salah satu doa yang makbul adalah ketika orang berbuka puasa," jelasnya.

Setiap harinya, pihak Soto Kauman Ekspress menyediakan 50 set makanan berbuka puasa yang terdiri atas empat hidangan per set. Pengunjung bisa datang mulai pukul 17.30 WIB atau lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk.

"Jumlah kursi kita di Soto Kauman Express ada 30 orang, tapi kalau yang datang lebih dari 30 orang enggak masalah," ungkapnya.

Soto Kauman Express beralamat di Jalan Muchtar Nomor 8A, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Program Buka Puasa Bayar Pake Doa ini berlaku saat waktu berbuka puasa, yakni pukul 18.00 - 18.30 WIB. (ks)

Usai Santap Malam Semeja dengan Megawati, Ahok Mengaku Sakit Perut


POSMETRO INFO - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sakit perut usai santap malam semeja dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dengan alasan sakit perut itu pula, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Ahok hadir dalam acara haul ke-3 mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas, di Kediaman Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016) malam. Ahok berada di tempat acara sekitar tiga jam. Bahkan, Ahok disebut-sebut sempat duduk satu meja dengan Megawati, mendampingi Presiden Joko Widodo.

Tidak seperti biasa, saat keluar dari rumah Megawati, Ahok yang sudah berjam-jam ditunggu awak media, malah terkesan menghindar. Ahok yang selalu ramah dan sangat bersemangat melayani pertanyaan wartawan, kali ini berbeda. Bahkan, tiba-tiba orang nomor satu di DKI Jakarta mengaku sakit perut karena kekenyangan.‎

"Aku sakit perut nih kekenyangan," ucapnya sambil berusaha lari dari kejaran wartawan.

Sambil terus berjalan menuju mobil pribadinya, Ahok juga menjawab seadanya pertanyaan wartawan yang penasaran, tentang pembicaraannya dengan Megawati. Hal itu tak lepas dari hubungan Ahok dan Megawati yang dikabarkan retak menjelang Pilkada DKI 2017.

Di sela kejaran wartawan, Ahok menyatakan hanya makan dan berfoto bersama.

"Makan enak, macam-macam semua. Foto-foto, nggak bicara politik," ujar Ahok. (ts)

Hap ! Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Surabaya


POSMETRO INFO - Tim khusus antiterorisme Mabes Polri, Densus 88, menangkap tiga terduga teroris di Surabaya, Jatim, Rabu (8/6/2016). Mereka juga menemukan bom rakitan serta senjata api di lokasi penangkapan.

Kepolisian sejauh ini masih menyelidiki keterkaitan tiga orang tersebut dengan jaringan teroris, kata pejabat Polda Jawa Timur

"Tadi ada kegiatan Densus 88 Mabes Polri yang menangkap terduga teroris di Surabaya. Tersangkanya ada tiga," kata Kepala bidang humas Polda Jatim, Kombes polisi Prabowo Argo Yuwono kepada para wartawan.

Dari lokasi penangkapan, polisi melakukan penggeledahan dan menyita bom rakitan dan senapan rakitan laras panjang dan pendek. "Sekarang sedang didalami oleh penyidik," tambah Prabowo.

Mereka ditangkap di sebuah kamar kos di Jalan Lebak Timur 3D/18, Tambak Sari, Surabaya.

Seorang anggota keluarga dari salah seorang terduga mengaku tidak tahu-menahu tentang aktivitasnya yang dikaitkan dengan tindakan terorisme, seperti dilaporkan Kantor berita Antara.

"Adik saya baru seminggu di Surabaya dari Makassar dan saya tidak tahu kalau terjadi penggeledahan," kata Ani, adik salah-seorang terduga, seperti dikutip Antara. (ts)

Astaga ! Menteri Dagang Anggap TKI Tak Lebih Sekedar Barang Dagangan Dalam Praktek Ekspor Lecehkan Pancasila !


POSMETRO INFO - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya TKI dan keluarga, atas pernyataannya.

Begitu dikatakan anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi, Rabu (8/6) malam.

Lembong, dalam acara Rakernas Kadin di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia tidak melulu ekspor barang. "Kita mesti melebarkan definisi ekspor untuk juga ekspor orang. Remitensi TKI kita selama ini USD 10 M per tahun, kalau digolongkan ke jasa ekspor maka bisa jadi ekspor terbesar ketiga di sektor non-migas."

Rieke sudah mengkonfirmasi langsung ke Lembong dalam rapat kerja yang diselenggarakan di Senayan, siang tadi. Lembong mengakuinya.

"Menteri Perdagangan, Thomas Lembong telah menganggap rakyat yang bekerja sebagai TKI tak lebih sekedar barang dagangan dalam praktek ekspor," terang Rieke.

Dia tekankan, pernyataan Lembong secara tak langsung telah menganggap rakyat yang bekerja sebagai TKI tak lebih sekedar barang dagangan dalam praktek ekspor.

"Pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Paradigma berpikir tersebut jelas sesat pikir karena artinya pengiriman TKI mendorong perdagangan manusia," tekan politisi nyaring PDIP ini.

"Praktek human trafficking adalah kejahatan kemanusiaan yang menjadi perlawanan bersama dunia. Jika seorang menteri menyatakan hal seperti itu, maka dapat diasumsikan pemerintah melegalkan dan mendorong perdagangan manusia."

Dia mewanti-wanti Lembong, pengiriman TKI tidak dapat disamakan dengan ekspor barang. Dalam postur anggaran pun, pos remitens TKI berada pada pos berbeda dengan devisa hasil ekspor barang.

"Kalau pun terjadi pengiriman rakyat untuk bekerja di luar negeri tidak bisa dipandang sebagai semata keuntungan ekonomi layaknya ekspor impor barang," demikian Rieke Diah. (rm)

"Selamat Berbuka Puasa" Ujar Dua Orang Keturunan Cina Malaysia Sambil Makan BABI, Rasain Dihukum 8 Tahun


POSMETRO INFO - ENTAH apa maksud dua sejoli Cina asal Malaysia ini. Alvin Tan dan Vivian Lee, berusia 20-an, di akun facebook, awal bulan ini mengunggah foto mereka yang sedang memakan rebusan daging babi. Sementara itu di atas foto mereka ditambahkan ucapan “Selamat berbuka puasa” kepada umat Islam yang tengah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan.

Kontan, ulah mereka ini memicu kemarahan umat Muslim di Malaysia. Jaksa setempat akhirnya melayangkan tuntutan kepada mereka berdua atas tuduhan menghasut permusuhan agama, Kamis (18/7/2013). Jika terbukti bersalah, keduanya menghadapi tuntutan delapan tahun penjara.

Tan dan Lee sendiri segera mengklaim bahwa foto itu hanya sebagai ajang lucu-lucuan. Keduanya mengaku tidak bersalah di pengadilan Kuala Lumpur, namun menjelang sidang, pengadilan menolak untuk memungkinkan mereka tetap bebas dengan jaminan.

Jaksa Agung Malaysia, Abdul Gani Patail, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa otoritas ingin mereka ditahan karena mereka telah mengunggah konten yang bisa membangkitkan kemarahan publik. Mereka akan ditempatkan di penjara terpisah menjelang sidang pendahuluan pada 24 Agustus mendatang.

Etnis Muslim Malaysia merupakan mayoritas yang terdiri hampir dua pertiga dari 29 juta penduduk. Etnis Cina hampir seperempat populasi dengan agama Budha dan Kristen. (ip)

DPRD DKI Bagi-Bagi Duit Reklamasi Rp5 Miliar, Ini Kata Inggard NasDem


POSMETRO INFO - Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem Inggard Joshua tidak membantah terkait uang Rp5 miliar yang dibagikan kepada Anggota DPRD melalui Tersangka Muhammad Sanusi dari pihak pengembang saat dicecar KPK. 

"Lho (aliran duit Rp5 miliar) itu kan berkembang, ya ditanya, tapi saya nggak tahu, saya billang wallahu a’lam ya kan, seperti yang saya katakan dulu, bahwasanya mengiyakan tidak, menidakkan tidak," kata Inggard, usai menjalani pemeriksaan KPK, Rabu (8/06/2016).

Tentang aliran uang Rp5 miliar itu diberikan kepada seluruh ketua fraksi di DPRD itu, Joshua pun menegaskan sudah menjelaskan semuanya kepada penyidik KPK.

"Oh ya, bicara mengenai hal itu. Tapi tentu saja kalau ditanya oleh penyidik kan tidak boleh menyembunyikan apa yg kita ketahui, saya jelaskan itu," kilah dia.

Inggard mengaku dicecar pertanyaan seputar Raperda Zonasi Reklamasi oleh penyidik KPK. Dia menjelaskan soal Reklamasi wewenangnya berada di pemerintah pusat. Menurut dia, Raperda yang dibahas DPRD acuannya adalah Perpres tahun 1995.

"Bahwa itu wewenangnya di tingkat pusat, karena raperda yang diberikan ke DPRD itu kan acuannya perpres 95, padahal itu kan dianulir dalam Perpres-Perpres berikutnya, itu aja," tutur politikus NasDem itu.

Diketahui, KPK baru menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus suap terkait reklamasi. Ketiganya yakni, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi dan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja serta karyawan PT Agung Podomoro, Trinanda Prihantoro.

Penyidik sendiri telah memeriksa sejumlah pihak di lingkungan Pemprov DKI dalam kasus ini. Mereka di antaranya, Kepala Bappeda, Tuti Kusumawati serta Kepala BPKAD, Heru Budi Hartono. Pemeriksaan saksi dari pihak Pemrov dilakukan untuk menelisik mengenai proses pembahasan Raperda itu.

Selain itu, penyidik juga telah memeriksa Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Sunny Tanuwidjaja. Bahkan, Ahok sendiri bakal diperiksa besok dalam pengusutan kasus dugaan suap ini.

Penyidik KPK juga telah memeriksa beberapa Anggota DPRD DKI. Mereka di antaranya, Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI, M Taufik, Wakil Ketua Balegda, Merry Hotma, Ketua Pansus Reklamasi, Selamat Nurdin, H Hasbiallah Ilyas dari Fraksi PKB, Muhammad Ongen Sangaji dari Fraksi Hanura, Yuke Yurike dari Fraksi PDIP dan Bestari Barus dari Fraksi Nasdem

Lembaga antirasuah juga telah memeriksa beberapa pengusaha yang terlibat dalam proyek reklamasi. Beberapa di antaranya seperti, Chairman Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan, Direktur Utama Agung Sedayu Group Richard Halim Kusuma, dan CEO Pluit City Halim Kumala hingga Nono Sampono. (rn)

Alamak Sedap Kali ! Bonus Tahunan Komisaris Bank Mandiri Capai Rp 6,8 M


POSMETRO INFO - Ingin tahu besaran bonus tahunan atau tantiem komisaris Bank Mandiri? Berdasarkan dokumen yang diperoleh redaksi, anggota komisaris bank plat merah ini mendapatkan tantiem sebesar Rp 6.849.480.388.

Jumlah sebesar itu yang diterima langsung dalam rekening salah satu komisaris Bank Mandiri berinisial AA. Tantiem sebesar itu diterima berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan tahun buku 2014 tanggal 15 Maret 2015.

Artinya, bonus tahunan yang diterima pada pertengahan tahun 2015 adalah untuk keuntungan perusahaan tahun 2014. Besaran itu adalah jatah untuk AA yang tercatat sebagai Komisaris Independen pada bank plat merah tersebut.

Besar kemungkinan nilai yang diterima Komisaris Utama maupun Wakil Komisaris Utama lebih besar lagi. Sedangkan untuk direksi juga jauh lebih besar lagi. Besaran tantiem berpotensi lebih besar jika keuntungan perusahaan juga makin besar.

Berapakah tantiem yang diterima tahun ini untuk keuntungan perusahaan 2015? Besar kemungkinan lebih besar lagi. Tantiem adalah penerimaan komisaris dan direksi diluar gaji dan berbagai fasilitas lain yang diterima dari perusahaan. (ts)

Udah Tau Belum ? PN Jakpus Loloskan Yeung Man Fung Pemilik 520 Ribu Butir Ekstasi dari Hukuman Mati Loh


POSMETRO INFO - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) meloloskan WN Hong Kong Yeung Man Fung dari hukuman mati. Padahal jaksa menuntut Yeung untuk dihukum mati.

"Menjatuhkan hukuman pidana seumur hidup," putus majelis hakim Ibnu Basuki Widodo, dalam sidang yang digelar di PN Jakpus, Jalan Bungur Raya, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Yeung terbukti melanggar Pasal 114 UU Narkotika yaitu memperdagangkan narkotika golongan I buka tanaman. Atas vonis itu, Yeung mengaku pikir-pikir, apakah menerima atau mengajukan banding.

"Kita akan koordinasikan dengan pimpinan. Kalau terdakwa banding kita siapkan juga kontra banding," kata Kasie Pidum Kejari Jakpus Agus Setyadi usai persidangan.

Yeung berangkat ke Indonesia menggunakan penerbangan terakhir dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta kesokan harinya pada 5 September 2015. Beberapa hari di Jakarta, Yeung langsung mengontak salah seorang kawannya yang juga WN Hong Kong yang tinggal di Apartemen Ibis di bilangan Jakarta Pusat. 

Begitu Yeung masuk, ia langsung disergap oleh dua kepolisian dari Polda Metro Jaya. Dari tangannya, polisi mengamankan uang tunai Rp 378 juta, batu giok, kartu ATM, perhiasan, kartu travel, dua ponsel, satu yang ada di saku celananya dan satu lagi digenggam dan berdering serta 520 ribu pil ekstasi. (dtk)
 

Hot News Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger