Warung Bebas
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kriminal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juni 2016

Wow ! Dimas, Nama Baru Yang Muncul Di Kasus Eno, RA Tidak Bersalah ?



POSMETRO INFO - Pengacara RA (16), Alfan Sari mengatakan bahwa semestinya penyidik Polda Metro Jaya melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Dimas, pria yang disebut diduga terlibat dalam pembunuhan Eno Parihah (19).

Nama Dimas muncul dalam sidang lanjutan RA, remaja pembunuh Enno pada Rabu (8/6/2016) malam kemarin.

Rahmat Arifin (24), salah satu pembunuh Enno mengatakan bahwa Dimas lah yang sebetulnya ikut membunuh Eno bersama dirinya dan Imam Hapriadi (24).

RA, disebutkan Arifin, sama sekali tidak terlibat.

Di persidangan, terungkap juga bahwa Dimas adalah orang yang menjual ponsel milik Enno kepada RA.

Ponsel tersebut didapatkan Dimas langsung dari Enno, dibeli seharga Rp 10.000.

Dari ponsel inilah awalnya polisi mengetahui keberadaan RA, lalu menangkapnya.

"Seharusnya si Dimas ini yang dilidik lebih dalam oleh polisi, " kata Alfan, Kamis (9/6/2016).
Alfan mengatakan, tiga penyidik dari Polda Metro Jaya yang dihadirkan sebagai saksi juga mengaku tidak tahu siapa Dimas yang dimaksud.

"Penyidik malah bilang tidak tahu," kata Alfan.(tn)

Astagfirullah ! Ibu Bakar Anak Gadisnya hingga Tewas gara-gara Kawin Lari


POSMETRO INFO - Seorang wanita di kota Lahore, Pakistan, ditangkap aparat kepolisian karena membakar anak perempuannya hingga tewas.

Berdasarkan keterangan polisi, wanita bernama Parveen itu tega melakukan perbuatan keji tersebut karena sang anak menikah tanpa persetujuan keluarga.

Polisi mengungkapkan, di tubuh korban bernama Zeenat Rafiq itu, juga ditemukan tanda-tanda penganiayaan sebelum dia disiram dengan bahan bakar cair dan disulut hingga terbakar.

Seperti diberitakan laman BBC, Kamis (9/6/2016), sang ibu awalnya memerintahkan Rafiq untuk meninggalkan rumah mertuanya. Namun, perintah itu ditolak hingga terjadi kasus ini.

Penyerangan terhadap wanita yang melanggar aturan konservatif dalam pernikahan di Pakistan sudah terjadi tiga kali sepanjang bulan ini. 

Minggu lalu, seorang guru, Maria Sadaqat, juga dibakar di Murree, dekat Islamabad, karena menolak lamaran pernikahan. Maria pun tewas akibat luka bakar yang dialaminya.

Pada awal bulan, para tokoh kampung di dekat Abbottabad memerintahkan pembunuhan terhadap seorang gadis muda. Wanita itu pun tewas dibakar karena dituduh membantu teman untuk kabur bersama kekasihnya.

Kini, Zeenat Rafiq, gadis berusia 18 tahun ini, menjadi korban. Sebelum dibakar, dia mengalami penganiayaan. Menurut polisi, di tubuhnya ditemukan tanda-tanda kekerasan, termasuk jejak cekikan di leher. 

Penyelidikan terhadap jasad Rafiq menunjukkan dia masih hidup ketika dibakar.

Perwira Polisi Ibadat Nisar mengatakan, saat ini polisi masih memburu abang kandung Rafiq yang kini buron.

Sementara itu, sang ibu ditemukan bersama dengan jasad Rafiq di rumah mereka.

"Si ibu sudah mengakui perbuatannya, tetapi kami sulit memercayai ada wanita berusia 50 tahun dapat melakukan aksi semacam ini sendirian, tanpa bantuan anggota keluarga yang lain," kata Nisar.

Kasus ini terungkap ketika para tetangga mengontak pihak berwenang setelah mendengar ada teriakan. Namun, Rafiq sudah telanjur tewas ketika polisi tiba di lokasi kejadian.

Rafiq dan suaminya Hassan Khan diketahui menikah seminggu lalu di hadapan pengadilan setelah sebelumnya Rafiq kabur dari keluarganya. Dia pergi dan tinggal bersama keluarga Hassan.

"Ketika dia mengaku kepada orangtuanya tentang kami, dia langsung dihajar dengan keras. Darah sampai keluar dari hidung dan mulutnya," kata Hassan.

"Keluarga Rafiq meminta dia kembali dan menjanjikan rekonsiliasi dengan pesta pernikahan yang pantas. Namun, dia tetap takut," kata dia.

"'Mereka tak akan memberikan kesempatan kepada saya', begitu kata dia," ujar Hassan lagi.

Menurut Hassan, dengan keraguan yang melanda, Rafiq sesungguhnya tak mau kembali ke rumah. "Namun, pihak keluarga terus berusaha meyakinkan dia," ungkap pemuda itu.

"Namun, tak pernah kami bayangkan bahwa dia akan dibunuh seperti sekarang ini," katanya.

Kebiasaan tak berubah

Hampir 1.100 wanita di Pakistan dibunuh oleh sanak keluarganya sendiri sepanjang tahun lalu.

Pembunuhan itu umumnya mereka sebut sebagai pengorbanan untuk menyelamatkan kehormatan keluarga.

Sebuah lembaga independen Human Rights Commission of Pakistan (HRCP) mengungkapkan, masih banyak kasus serupa yang tak dilaporkan.

Kekerasan terhadap wanita oleh famili sendiri seolah menjadi hal yang lumrah di Pakistan.

Najam U Din, selaku salah satu Direktur HRCP, mengatakan, kebiasaan sosial di Pakistan ini tak berubah meski sudah terjadi peningkatan taraf pendidikan dan juga kebebasan bagi kaum perempuan.

"Jadi, ketika wanita menjadi lebih tegas dan enggan tunduk kepada keluarga, misalnya ketika mereka berkeras untuk melanjutkan pendidikan, atau mengambil keputusan independen lainnya, lingkungannya akan melarang," kata Din.(ks)

Mantap ! Menhan Ryamizard Minta Kolonel Pengedar Uang Palsu Dihukum Potong Tangan !


POSMETRO INFO - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu akhirnya angkat bicara mengenai adanya oknum TNI AD berpangkat kolonel berinisial AL yang tertangkap mengedarkan uang palsu (Upal). Anggota TNI berpangkat kolonel yang berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) itu diamankan Bareskrim Polri. 

Menhan menegaskan siapapun yang mengedarkan uang palsu harus ditindak tegas. Bahkan, dia mengusulkan kepada pengedar uang palsu untuk dipotong tangan. 

"Pokoknya yang salah dihukum terserah saja mau dihukum apa. Hukum potong tangan terserah," kata Ryamizard, di Kediaman Megawati Soekarnoputri, Jl Teuku Umar, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (8/06/2016). 

Seperti diketahui, penangkapan terhadap AL berawal ketika Anggota Bareskrim menerima informasi adanya peredaran uang palsu. Kemudian, dilakukan penyamaran sebagai pembeli dan bertransaksi di halaman parkir RS Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang, Jakarta Timur, pukul 11.50 WIB.

"Penyidik bertransaksi kepada MR, MR menuju AL lalu uang itu ada pada AL," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul.

Martinus mengatakan, 3000 lembar upal pecahan Rp100 ribu tersebut dijual oleh tersangka AL seharga Rp50 juta. "Kualitas upal cukup halus, dilakukan dua cara, printer untukhaluskan dan sablon untuk nunjukin tanda airnya, sehingga sulit untuk dideteksi," katanya.

Saat ini tersangka AL oleh penyidik Bareskrim telah diserahkan kepada Pomdam Jaya untuk proses hukum lebih lanjut. Sementara tersangka MR masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan upal lainnya.  (rn)

Menhan: Geng Motor Itu Dihabisin Saja


POSMETRO INFO - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta aparat menangkap dan menindak tegas semua anggota geng motor yang meresahkan warga.

Hal tersebut dikatakan Ryamizard menyusul terbunuhnya seorang prajurit TNI akibat dianiaya oleh gerombolan bermotor di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016) dini hari.

"Harus ditangkap semua itu," kata Ryamizard ditemui usai menghadiri peringatan 1000 hari meninggalnya Taufik Kiemas di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/6/2016).

Pihaknya tak mentolerir keberadaan kelompok-kelompok yang meresahkan warga.

"Geng-geng itu dihabisin saja. Enggak boleh tuh. Meresahkan," kata dia.

Sebelumnya dikabarkan geng motor di Kota Bandung kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah Pratu Galang, anggota prajurit TNI AD.

Korban meninggal dunia setelah mendapat luka tikaman senjata tajam di tubuhnya.

Setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan, korban yang mengalami luka parah dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi.

Sekitar pukul 04.00 WIB, korban tiba di rumah sakit dan sekitar pukul 07.00 WIB menjalani operasi pada luka yang dideritanya.

Namun, nyawa korban tak tertolong dan korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Usai berkumpul, mereka bubar sekitar pukul 01.30 WIB.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani jajaran Polrestabes Bandung dibantu Polda Jabar.(ts) 

Wah Wah, Serobot Parkir , Pria Keturunan Tionghoa Ini Pukul LetKol Dan Panggil 3 Brimob Di Medan


POSMETRO INFO - Pria keturunan cina nekap menampar anggota TNI di parkiran Supermarket Berastagi, Senin (6/6/2016) malam. Akibatnya, pria cina itu diamankan ke Polsek Medan Baru. 

Dikutip dari m24.co, Selasa (7/6/2016), anggota Danramil 01/MB dan seorang Pabandya Kosmos Sterdam I/BB Letkol Hutagalung mengamankan pria turunan cina yang belum diketahui identitasnya karena menampar Letkol Hutagalung di Parkiran Supermarket Brastagi.

Kejadian ini bermula saat Letkol Hutagalung hendak memarkirkan mobilnya di lokasi parkir Supermarket Berastagi. Saat hendak memasukkan mobilnya, tiba-tiba mobil pria keturunan cina menyerobot masuk ke lokasi parkir Letkol Hutagalung.

Letkol Hutagalung kemudian menegur pria cina dengan mengaku sebagai anggota TNI serta memberitahu jika lokasi parkir tersebut miliknya.

"Saat dibilang dirinya tentara, pria cina itu menantang dengan menyebut kenapa rupanya tentara. Setelah itu pria cina memukul korban," terang salah seorang sumber.

Dijelaskan sumber, meski memukul Letkol Hutagalung, pria cina itu tidak merasa bersalah dan semakin menunjukkan 'taringnya' dengan memanggil 3 orang anggota brimob ke lokasi.

"Gak lama Brimobnya datang, Danramil serta Babinsa turun ke lokasi. Selanjutnya pria cina itu dibawa ke Polsek Medan Baru," jelas Sumber.

Kapolsek Medan Baru Kompol Ronni Bonic dikonfirmasi sampai saat ini belum memberikan jawaban. (dr)

Udah Tau Belum ? PN Jakpus Loloskan Yeung Man Fung Pemilik 520 Ribu Butir Ekstasi dari Hukuman Mati Loh


POSMETRO INFO - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) meloloskan WN Hong Kong Yeung Man Fung dari hukuman mati. Padahal jaksa menuntut Yeung untuk dihukum mati.

"Menjatuhkan hukuman pidana seumur hidup," putus majelis hakim Ibnu Basuki Widodo, dalam sidang yang digelar di PN Jakpus, Jalan Bungur Raya, Jakarta, Rabu (8/6/2016).

Yeung terbukti melanggar Pasal 114 UU Narkotika yaitu memperdagangkan narkotika golongan I buka tanaman. Atas vonis itu, Yeung mengaku pikir-pikir, apakah menerima atau mengajukan banding.

"Kita akan koordinasikan dengan pimpinan. Kalau terdakwa banding kita siapkan juga kontra banding," kata Kasie Pidum Kejari Jakpus Agus Setyadi usai persidangan.

Yeung berangkat ke Indonesia menggunakan penerbangan terakhir dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta kesokan harinya pada 5 September 2015. Beberapa hari di Jakarta, Yeung langsung mengontak salah seorang kawannya yang juga WN Hong Kong yang tinggal di Apartemen Ibis di bilangan Jakarta Pusat. 

Begitu Yeung masuk, ia langsung disergap oleh dua kepolisian dari Polda Metro Jaya. Dari tangannya, polisi mengamankan uang tunai Rp 378 juta, batu giok, kartu ATM, perhiasan, kartu travel, dua ponsel, satu yang ada di saku celananya dan satu lagi digenggam dan berdering serta 520 ribu pil ekstasi. (dtk)

Selasa, 07 Juni 2016

Pengayom dan Pelindung Masyarakat ?! Tak Terima Dirazia, Oknum TNI AU Tempeleng Dua Polantas


POSMETRO INFO - Seorang anggota TNI Angkatan Udara (AU) berpangkat Prajurit Dua (Prada) menganiaya dua polisi lalu lintas di Kalideres, Jakarta Barat. Prada Angga Kusuma mengamuk karena tidak terima diberhentikan dalam sebuah razia.

Salah satu dari korban Angga adalah Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Kalideres, Ajun Komisaris Polisi B. Silalahi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Awi Setiyono mengatakan, peristiwa tersebut dipicu emosi Angga, karena motor yang ditumpanginya diberhentikan anak buah AKP Silalahi, Aiptu Edi Siswanto.

"Prada Angga Kusuma dan adiknya Pujianto berboncengan menggunakan sepeda motor tanpa dilengkapi dengan surat kendaraan dari Tangerang mengarah Jakarta. Setibanya di lampu merah samping Polsek Kalideres, Aiptu Edi memberhentikan motor tersebut dengan meminta (Angga) untuk mengeluarkan surat-surat," jelas Awi seperti dilansir laman Humas Polda Metro Jaya, Rabu (8/06/2016).

Prada Angga tidak terima dirazia dan berseru 'Saya anggota'. Aiptu Edi lantas meminta Angga untuk membuktikan dirinya aparat penegak hukum dengan menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA). Namun, Prada Angga menolak. 

Kemudian Aiptu Edi mematikan kontak sepeda motor dan mengambil kunci motor Angga.
"Atas perbuatan tersebut, Prada Angga tidak terima dan langsung memukul Aiptu Edi dengan tangan kosong mengenai pipi sebelah kanan dan mengeluarkan darah," kata Awi.

Melihat keributan tersebut, AKP Silalahi menghampiri keduanya untuk melerai. Bukannya menjadi dingin, emosi Prada Angga semakin menjadi hingga ia menendang rusuk sebelah kanan AKP B Silalahi. 

Usai mendapat tendangan, AKP B Silalahi langsung memanggil anggota Profesi dan Pengamanan (Propam) yang sedang piket.

"Propam lalu berkoordinasi dengan Kapolsek Kalideres Kompol Ewo Samono dan berikut dengan berkordinasi dengan Koramil (Komando Ranting Militer) Kalideres dan anggota piket Intel Kodim (Komando Distrik Militer) Jakarta Barat," ucap Kombes Pol Awi.

Akhirnya, empat anggota Kodim Jakarta Barat datang ke lokasi dan mengamankan Prada Angga ke markas mereka.

Komandan Kodim Jakarta Barat Letkol Infanteri M. Asmi menyampaikan pihaknya telah menyerahkan Prada Angga ke Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. (rn)

Ngelayab Tak Pergi Tarawih, ABG Ini Berakhir Disekap dan Diperk*sa

Ngelayab Tak Pergi Tarawih, ABG Ini Berakhir Disekap dan Diperk*sa

POSMETRO INFO - Niat awalnya pergi salat tarawih, gadis SMA berinisial EM (16) malah menjadi korban pemerk*saan seorang pria berinisial EL. Sebelum berhasil kabur, EM sempat disekap selama satu hari di kediaman EL di kawasan Tegal Binangun, Palembang, Sumsel.

Berhasil kabur, EM pun lantas menceritakan kejadian tersebut kepada ibunya hingga akhirnya membuat warga Jalan KH Wahid Hasyim Kecamatan Seberang Ulu (SU) I ini melapor ke Polresta Palembang. "Saya baru berhasil kabur kemarin (Senin (6/6/2016) setelah disekap selama satu hari," ujar EM saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Selasa (7/6/2016).

Di hadapan petugas, EM mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat ia hendak pergi tarawih, Minggu (5/6/2016). Namun, di tengah perjalanan ia bertemu temannya, ML. Kedua gadis yang masih duduk di bangku SMA ini lantas memutuskan untuk tidak jadi pergi salat tarawih.

Mereka kemudian nongkrong di kawasan Jakabaring Sport City (JSC). Di sanalah kedua gadis ini bertemu dengan pelaku EL. Karena alasan gelap dan sepi, EL membujuk kedua gadis untuk pergi meninggalkan JSC bonceng tiga menggunakan sepeda motor milik EL.

EL lantas mengajak mereka ke kediamannya yang berada di kawasan Tegal Binangun.‎ "Saat itu saya disuruh masuk ke rumahnya. Tanpa curiga saya menurut saja," kata EM. Di dalam rumah itulah, EL memaksa EM berhubungan layaknya suami istri, sementara rekannya ML berhasil melarikan diri.

Tak hanya disetubuhi, EM sempat disekap di rumah EL selama satu hari. EM bahkan diancam menggunakan pistol jka tak mau menuruti niat jahat EL. "Saya ketakutan pak, dan akhirnya menurut," ungkap EM.

Sementara ER (38), ibun korban, kepada petugas mengungkapkan, dia bersama keluarga sempat kesulitan mencari putri keempatnya tersebut karena tak pulang sejak sehari yang lalu. “Setelah dicari, anak saya ini jalan sendirian di 8 Ulu, pak. Pas pulang ke rumah dia baru cerita kalau disekap dan diperk*sa," katanya.‎[tribun]

Benni Pembantai Satu Keluarga di Madura Dihukum Mati Hakim.

Benni Pembantai Satu Keluarga di Madura Dihukum Mati Hakim.

POSMETRO INFO - Benni Sukarno (36) dengan sadis dan biadab membunuh istri, keponakan dan mertuanya di depan mata anak kandungnya. Majelis hakim dengan tegas menjatuhkan hukuman mati kepada 'mesin pembunuh' tersebut.

Kasus yang menggoncang tanah Madura itu bermula saat Benni mendatangi rumah mertuanya, Abdul Rahman pada 22 Oktober 2015 dini hari. Dengan mengendap-endap, Benni meloncati pagar rumah dan menyelinap masuk rumah yang berada di Jalan KH Zainal Arifin, Bangselok, Sumenep, Jawa Timur itu. Sebilah senjata tajam yang baru saja diasah terselip di pinggangnya.

Benni menyusup ke kamar istrinya, Saradina Rahman. Sang istri kaget mengetahui suaminya datang dengan tidak biasa itu. Benni membalas kekagetan istrinya dengan tusukan di perut dan dada. Si istri tak kuasa menahan sakit dan berteriak meminta tolong. Benni kaget dan kembali menusukkan pisau itu ke tubuh istrinya dengan beringas hingga istrinya menggelepar meregang nyawa.

Di saat bersamaan, terbangunlah ibu mertuanya, Suhariah karena mendengar teriakan Saradina. Suhariah mendatangi kamar Saradina dan terpekik melihat darah berceceran di mana-mana. Benni tidak ambil pusing dan langsung menghabisi Suhariah seketika itu juga. 

Keributan itu membangunkan keponakan Benni, Abdul Rahman. Bermodal pentungan, Abdul Rahman menuju kamar dan memukul pentungan ke tubuh Benni. Pentungan itu ditangkis Benni dan sejurus kemudian pisau sudah dihujamkan ke tubuh Abdul Rahman berkali-kali. Nyawa Abdul Rahman melayang seketika.

Hengky Turnando Firyono ikut terbangun dan mencoba menghentikan perbuatan Benni. Namun Hengky senasib dengan Saradina, Suhariah dan Abdul Rahman yaitu tusukan diterimanya. Anak Benni yang masih kecil, Rafi ikut terbangun dan menangis melihat ayahnya membanti ibu kandungnya.

"Mama...mama...mama.." tangis Rafi dengan pilu melihat ibunya bersimbah darah.

Setelah membunuh satu keluarga itu, Benni menghilangkan jejak. Warga yang mengetahuinya dibuat geger dan dicarilah Benni. Adapun Hengky, meski terlupa parah, masih bisa diselamatkan. Setelah ditemukan, Benni kemudian diadili. Jaksa mengajukan tuntuan mati kepada Benni dan dikabulkan majelis hakim.

"Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Benni Sukarno Bin Bambang Sutrisno dengan pidana mati," kata majelis Pengadilan Negeri (PN) Sumenep dalam sidang yang dibuka dan terbuka untuk umum pada Selasa (7/6/2016) petang.

Duduk sebagai ketua majelis hakim Arlandi Triyogo dengan anggota hakim Deka Rachman dan hakim Yuklahyushi. Majelis menilai selama persidangan Benni tidak menunjukkan penyesalan yang luar biasa terhadap kejahatan yang telah dilakukan secara sadis (rare crime) hal mana ditunjukkan dengan memberikan keterangan yang berbelit-belit selama persidangan.

"Keluarga korban tidak memberi maaf atas kejahatan yang telah dilakukan oleh Terdakwa untuk selama-lamanya dan tetap meminta pertanggungjawaban atas kejahatan Terdakwa baik di dunia maupun di akhirat," ucap majelis dalam pertimbangannya.[detik] 

Edan ! Calon Istri Ketiga Bunting, Maling Perhisan Bibi Deh, Pas Akad Nikah Ama Istri Ketiga Di Karungin Polisi Deh


POSMETRO INFO - Niat H (39), warga Danau Calang Kampung 2 , Kecamatan Lais, Banyuasin, Sumatera Selatan, membuat kekasihnya menjadi pasangan hingga akhir hayat harus kandas.

Di tengah prosesi akad nikah beberapa waktu lalu, dia ditangkap petugas Polsek Sukarami Palembang.

Pria yang sudah mempunyai dua istri ini, terpaksa berurusan dengan pihak berwajib, karena diduga mencuri kalung dan gelang emas milik bibinya, Saidah (65), pada Selasa, 31 Maret 2016. 

Dari pemeriksaan kepolisian terungkap, aksi ini dilakukan saat korban meminta tersangka melakukan jasa urut, karena H dikenal warga sebagai ahli pijat.

Saat tengah memijat bibinya itu, tersangka langsung merampas kalung emas yang dipakai korban, berikut gelang yang melingkar di tangannya. Saat melawan, kepala korban dibenturkan tersangka ke dinding.

Akibatnya, korban mengalami luka parah di bagian kepala, sehingga membutuhkan perawatan medis.
Setelah kejadian, anak korban melaporkan H ke Mapolsek Sukarami, dan akhirnya petugas meringkusnya tepat di hari pernikahan.

“Calon istri ketiga saya itu hamil pak, minta tanggung jawab. Saya pusing cari uang di mana lagi, jadi mencuri kalung bibi,” kata H saat gelar barang bukti dan tersangka di kantor Polsek Sukarami, Selasa, 7 Juni 2016.

Dari hasil penjualan emas tersebut, H mengaku dapat uang Rp7,9 juta.

Namun, uang itu kini tak berbekas. “Sudah habis buat nikah sama mahar. Saya ditangkap waktu ijab qobul. Saya sangat menyesal,” ujar tukang urut ini.

Pada kesempatan itu, Kapolsek Sukarami Kompol Nurhadiansyah mengungkapkan, tersangka berhasil ditangkap di kediaman istri ketiga yang berada di daerah Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami, Palembang.

Menurut dia, penangkapan pada hari pernikahan ini terpaksa dilakukan karena H sudah berulang kali lolos dari sergapan petugas.

“Tersangka beberapa kali kami gerebek selalu kabur. Saat hari pernikahannya tersangka tak dapat berkutik lagi dan langsung ditangkap. Tersangka akan kami jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas tujuh tahun penjara,” ungkap Nurhadiansyah. (vv)

Hati-Hati Pesan Berantai "Hoax" Soal AC Mobil


POSMETRO INFO - Dunia digital yang semakin berkembang, membuat arus informasi yang diterima masyarakat deras bak air bah dan semakin sulit terbendung. Namun, ketika ada informasi yang tidak sesuai dengan kebenaran (hoax), tentu akan merugikan, seperti yang biasa didapat melalui pesan berantai (broadcast message) dari aplikasi komunikasi dua arah atau lebih.

Salah satu yang baru tersebar, yaitu broadcast message yang didapat KompasOtomotif, di salah satu media sosial. Isinya mengenai penyebab penyakit kanker dan berujung kematian, dikarenakan menyalakan AC saat pertama masuk ke dalam kabin mobil, tanpa membuka kaca.

Jadi, harus membuka kaca terlebih dahulu, bersamaan dengan menyalakan AC mobil. Agar uap yang mengandung zat berbahaya, yang dihasilkan dari dasbor, sofa dan pengharum kabin mobil, tidak terhirup.


\
Terkait pesan tersebut, KompasOtomotif mengkonfirmasi ke pihak yang tertulis sebagai pengirim, yaitu Toyota. Kemudian Toyota Astra Motor (TAM) menanggapi pesan berantai tersebut, melalui General Manager Technical Service PT TAM, Dadi Hendriadi. Dirinya mengatakan isi dari pesan tersebut salah.

“Kalau soal uap tersebut, para produsen mobil termasuk Toyota, sudah sangat mempertimbangkan, pada saat mendesain bagian interior mobil. Proses tersebut juga termasuk pemilihan materialnya. Jadi info itu tidak benar,” ujar Dadi.

Dadi melanjutkan, ritual membuka kaca mobil bersamaan dengan menyalakan AC, juga kerap dia lakukan.  Namun, itu bukan untuk mengeluarkan zat beracun, tetapi agar ruang kabin cepat dingin dan kerja AC tidak menjadi berat.

“Saya juga melakukan hal yang sama, buka jendela kalau interior panas berjemur. Namun itu untuk mengeluarkan udara panas di dalam mobil, dan membiarkan udara luar masuk. Ini supaya kabin lekas dingin,” ujar Dadi.(ks)

Ealah ! Sekarang Ada Oknum TNI Berpangkat Kolonel Bisnis Uang Palsu, Memalukan !


POSMETRO INFO - Oknum TNI AD berpangkat Kolonel berinisial AL terjaring dalam operasi peredaran uang palsu yang dilakukan Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri di halaman parkir Rumah Sakit (RS) Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur, Selasa (7/6/2016).

Direktur Tipideksus Bareskrim, Brigjen Agung Setya mengatakan, operasi peredaran uang palsu yang dilakukan anggota Subdit Upal menangkap dua tersangka berinisial M dan AL di halaman parkir RS UKI sekitar pukul 11.50 WIB.

"Dilakukan penangkapan terhadap M dengan barang bukti 3000 lembar upal dengan pecahan Rp100 ribu yang diakui milik tersangka A yang berada di TKP (tempat kejadian perkara)," kata Agung ketika dikonfirmasi Rimanews, Selasa (07/6/2016) malam.

Agung mengatakan, saat ditangkap oleh anggota Bareskrim, tersangka AL mengaku sebagai anggota TNI AD, dan benar saja setelah dilakukan pemeriksaan diketahui bahwa yang bersangkutan adalah anggota TNI.

"Saudara A anggota TNI selanjutnya diserahkan ke POM TNI. Sementara tersangka M sedang dilakukan pemeriksaan untuk pengembangan," kata Agung.

Berdasarkan informasi, oknum TNI AD tersebut merupakan pejabat yang berdinas di Kementerian Pertahanan RI. Saat ditangkap, tersangka memakai seragam TNI. (rn)

Astaga ! Pelajar SMP Ketahuan Maling Sandal Jamaah Tarawih


POSMETRO INFO - Sejumlah warga di Desa Medan Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menganggalkan pencurian sendal milik jamaah Shalat Tarawih oleh seorang pelajar SMP di Masjid Darussalam Desa Medan Jaya, Selasa malam.

"Pelaku pencuri sendal ini masih berstatus sebagai pelajar SMP di wilayah ini. Dia mencuri sendal pada saat warga sedang menunaikan Shalat Tarawih," kata warga Desa Medan Jaya Fahrik Doviza di Mukomuko, Selasa (07/06/2016).

Ia mengatakan, pelaku yang masih berusia sekitar 14 tahun dan tinggal di Desa Pulau Payung ini tidak sampai dibawa di Kantor Polisi, tetapi diberikan pembinaan dan membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi.

Sedangkan, katanya, beberapa pasang sendal sebagai barang bukti kejahatannya dikembalikan lagi oleh pelaku ke tempat dia pertama mengambilnya.

"Kasihan, karena dia ini masih bertatus pelajar. Tetapi kalau dia ketahuan mengulangi perbuatannya, di kantor polisi," ujarnya.

Warga Desa Medan Jaya lainnya Beni menyatakan seharusnya pelaku ini diserahkan kepada aparat kepolisian sektor setempat guna mempertanggungjawabkan perbuatan.

Selain itu, katanya, guna membeirkan efek jera bagi pelaku pencurian sendal lainnya.

"Imam di Masjid sudah berkali-kali menyampaikan imbauan kepada warga masyarakat agar tidak mencuri sendal jemaah shalat Tarawih," ujarnya lagi.(rn)

Senin, 06 Juni 2016

Perawat Mabok ! Perawat RSUD Garut Layani Pasien Sambil Mabok, Edan !


POSMETRO INFO - Seorang perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut didapati dalam mabuk saat bertugas. Informasi yang dihimpun, perawat pemabuk itu berinisial AL. Parahnya, ia sempat melakukan tindakan medis terhadap seorang pasien dalam keadaan setengah sadar.

Sejumlah rekan kerja AL menerangkan perbuatan tak terpuji itu. Kelakuan AL yang sering masuk kerja dalam kondisi mabuk bahkan telah diketahui oleh para perawat lainnya.

Seorang petugas medis yang enggan diungkap identitasnya itu mengaku, perbuatan AL tersebut sudah membuat rekan-rekan sejawatnya merasa kesal. Beberapa rekan kerja yang lebih senior juga sering mengingatkannya.

"Kami juga dibuat kesal oleh kelakukan AL yang sering mabuk-mabukan pada saat jam kerja. Kami sudah melaporkannya ke pimpinan, akan tetapi entah kenapa belum ada sanksi yang diberikan," tutur salah seorang perawat, Senin (6/6/2016).

Ia menceritakan, puncak ketidakdisiplinan AL terjadi beberapa hari lalu, yakni saat AL sedang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Saat itu AL bekerja dalam keadaan mabuk.

"Dia berjalan sempoyongan dan berbicara ngawur saat melayani pasien. Setelahnya, dia kemudian terkulai lemah dan tertidur sampai ditarik oleh perawat lain yang kesal melihatnya," sambungnya.

Perilaku AL di rumah sakit telah menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan para petugas medis lainnya. Mereka khawatir akan ikut terkena imbas dari perilaku AL.

Sementara itu, Humas RSUD dr Slamet Garut, Muhammad Lingga Saputra membenarkan adanya kejadian seorang oknum perawat berinisial AL yang mabuk di lingkungan tempat kerja. Menurut Lingga, AL belum lama bekerja sebagai perawat di rumah sakit tersebut.

"Perawat ini perkiraan baru bertugas dua bulan. Pihak rumah sakit memang sering menerima pengaduan dari sesama pegawai dimana saat bekerja kondisinya tidak normal (mabuk)" jelas Lingga.

Namun Lingga juga mengaku belum memastikan apakah AL akan menerima sanksi terberat berupa pemecatan atau tidak, akibat kesalahan yang telah diperbuatnya tersebut.

"Sementara ini pihak rumah sakit melalu bagian ESDM sudah memanggil yang bersangkutan untuk dibina, bahkan sempat dirumahkan," pungkasnya.(ok)

Astaga ! Pemilik Hotel Keturunan Tionghoa Ini Tampar Polwan Saat Tangkap Pengguna Sabu Di Hotelnya !


POSMETRO INFO - Pemilik hotel Ardina, di Jalan Krakatau Ujung, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru, Kecamatan Medan Timur menampar seorang personil polisi, yang tengah menggelar razia di hotel tersebut, Sabtu (04/06/2016).

Ketika insiden itu terjadi, wanita paruh bayu berkaos hijau itu, tiba-tiba meronta, lalu menampar Bripda Tiara, anggota Polsek Medan Timur. "Apa ini? Jangan main tangkap saja. Kenapa ditangkap? Apa salahnya rupanya?" teriak wanita itu sembari menampar pelipis Bripda Tiara.

Melihat aksi penamparan itu, sejumlah polwan yang ikut melaksanakan Ops Pekat langsung menarik kedua tangan wanita tersebut. Meski begitu, wanita berambut ikal ini mengamuk dan berusaha melepas dekapan sejumlah polwan. "Sudah, Bu. Diam dulu. Jangan begitu. Tenang dulu, Ibu," kata sejumlah polwan, seperti dilaporkan Tribun Medan.

Selidik punya selidik, kemarahan wanita itu diduga karena polisi mengamankan seorang tamu di hotel milik wanita itu, yang menginap di lantai 2 kamar hotel tersebut. Ia diamankan, karena petugas menemukan satu paket sabu saat memeriksa kamar tempat pria itu menginap.

Dari dalam kamar pemuda yang belum diketahui identitasnya tersebut, ditemukan pula satu buah tanda pengenal yang menyerupai tim penyuluh BNN. Kapolsek Medan Timur, Komisaris BL Malau belum bisa memastikan apakah pemuda yang diamankan itu adalah tim penyuluh BNN. (bb)

Berikut Video nya :


Polda Metro Jaya cari DS korban pencabulan Saipul Jamil, Ada Apa Ya ?


POSMETRO INFO - Akhir Mei 2016 pedangdut Saipul Jamil menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Dia melaporkan DS (17) yang mengaku salah satu korban perbuatan cabulnya. Ipul menuding DS memalsukan identitas. Salah satunya memalsukan usia, sehingga korban masuk kategori di bawah umur.

Kini, Polda Metro tengah mencari DS dan ibunya. Hal itu diungkapkan Ipul di Pengadilan Negeri Jakarta Utara saat memenuhi panggilan sidang tuntutan.

"Kemarin ke Polda itu saya di BAP soal pemalsuan identitas DS. Alhamdulillah dapat respons positif dari Polda yang kini mereka (DS dan Ibunya) sedang dicari," kata Ipul di PN Jakut, Senin (6/6).

Mantan suami Dewi Perssik ini berharap polisi benar-benar bisa mendalami kasusnya dengan baik. Dia mengajukan agar korban DS dicek forensik.

"Makanya sekalian mau dicek forensik. Sekarang malah keduanya susah dicari, di rumahnya nggak ada. Kalau sudah ketemu, cek forensik. Dua jam kan sudah kelihatan kebenarannya. Jadi dipastikan dulu dia di bawah umur atau enggak. Kalau di bawah umur kan bisa kita buktikan di persidangan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Ipul menduga DS telah melakukan pemalsuan data autentik. "Diduga melakukan dan menyerahkan data-data bukti-bukti yang diduga palsu sehingga kita melakukan upaya hukum berdasarkan bukti bukti yang sudah disampaikan dan keterangan-keterangan saksi-saksi yang sudah kita periksa," kata Kuasa Hukum Saipul Jamil, Nazarudin Lubis di Polda Metro Jaya, Jumat (27/5).

Nazarudin berharap jika data DS benar palsu, maka kasus Saipul Jamil bisa digugurkan. "Sehingga kalau kita bisa buktikan, bukti bukti, yang diajukan untuk menjerat Saipul Jamil, apabila terbukti nanti (palsu), dapat menggugurkan atau menyatakan tuntutan terhadap Saipul Jamil tidak dapat dilanjutkan, jadi seperti itu. "Bukan bebas, kita nanti melakukan upaya hukum seperti itu," pungkasnya.

Dari data yang dihimpun, pada Jumat (22/4), Saipul Jamil melaporkan DS ke Polda Metro Jaya, dengan nomor LP TBL /1947/ IV/PMJ /Ditreskrimum, atas pemalsuan dan menempatkan keterangan palsu ke dalam akte autentik. (ma)

Minggu, 05 Juni 2016

Rusak ! Hari Pertama Puasa, 4 Pemuda Ini Pesta Narkoba Saat Sahur.

Rusak ! Hari Pertama Puasa, 4 Pemuda Ini Pesta Narkoba Saat Sahur.

POSMETRO INFO - Saat umat Muslim sedang mempersiapkan ibadah sahur, empat pemuda berinisial ZA (41), JUN (24), SUP ( 21), dan BUD (21), malah asyik pesta sabu di kontrakan ZA di Dusun Lingkar, Desa Kenual, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Alhasil keempat pemuda itu diringkus polisi yang sedang menggelar operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada dini hari tadi.

Kapolsek Nanga Pinoh, AKP Yoyo Kuswoyo mengatakan, keempat tersangka narkoba itu tak berkutik saat tempat mereka pesta sabu digerebek oleh jajaran Polsek Nanga Pinoh.

"Satu di antaranya mencoba membuang barang bukti sembilan paket yang diduga sabu-sabu ke dalam kloset," ungkap AKP Yoyo kepada Okezone, Senin (6/6/2016).

Menurutnya, penangkapan berawal dari informasi masyarakat, yang melihat kejanggalan di kontrakan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Di rumah ZA ini berdasar laporan masyarakat sering dijadikan ajang kumpul-kumpul namun pintu rumahnya selalu tertutup rapat. Ini yang membuat masyarakat curiga dan memang sembilan paket siap pakai kami temukan di rumah kontrakan ZA," pungkasnya.[okezone]

Kronologi Pemerkosaan di Kantor Inspektorat Sanggau, Kejahatan Seksual di Kantor Pemerintah

Kronologi Pemerkosaan di Kantor Inspektorat Sanggau, Kejahatan Seksual di Kantor Pemerintah

POSMETRO INFO - Kapolsek Kapuas, AKP Bambang Suharno menjelaskan kronologis pemerkosaan di Kantor Inspektorat Sanggau, Jumat (3/6/2016). Kapolsek mengatakan, sekitar pukul 22.00 WIB korban bertemu dengan terlapor di tempat acara gawai di Desa Embaong, Kecamatan Kapuas.

"Kemudian pada hari Sabtu pukul 03.30 WIB korban beserta rekannya SC berboncengan dengan mengendaraai sepeda motor pulang dari tempat gawai beserta terlapor, sesampainya di kantor inspektorat, terlapor mengajak singgah di kantor karena sudah larut malam, " jelasnya, Minggu malam.

Setelah itu, korban masuk kantor dan duduk di ruang tamu, kemudian korban mengecas HP. Lalu AR memindahkan HP tersebut ke ruangan lain. "Ruangan tersebut sudah disiapkan tikar dan bantal, setelah itu terlapor menyuruh korban untuk beristrahat di ruang tersebut, " jelasnya.

Pada saat korban masuk ruangan, terlapor langsung mengunci ruangan tersebut. Kemudian AR dan JP melakukan pemerkosaan secara bergantian. Saat yang satu melakukan perkosaan, satu tersangka memegang tangan korban.[tribun]

Inspektur Sanggau Kaget, Anak Buahnya Ganyang ABG Didalam Kantor.

Inspektur Sanggau Kaget, Anak Buahnya Ganyang ABG Didalam Kantor.

POSMETRO INFO - Inspektur Kabupaten Sanggau, Eddy Sumantri membenarkan, tenaga kontrak inisial AR berkerja di Kantor Inspektorat Sanggau. "Saya kaget dengar kejadiannya, dia memang honor di kantor kurang lebih 9 bulan dia di sana. Dia bantu-bantu di bagian komputer," katanya, Minggu (5/6/2016).

Eddy pun tidak mengetahui bagaimana mereka bisa memasuki kantor inspektorat yang pada saat itu dalam keadaan terkunci. "Saya sedang cari informasi siapa yang jaga pada malam itu, kok sampai mereka bisa masuk kantor," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pemerkosaan terjadi di Kantor Inspektorat Kabupaten Sanggau, Sabtu (4/6/2016) pukul 04.30 WIB. Korbannya adalah CE (15) yang diduga diperkosa oleh dua pemuda berinisial AR (21) dan JP (20).

"AR merupakan tenaga honorer di Kantor Inspektorat Kabupaten Sanggau, " kata Kapolsek Kapuas, AKP Bambang Suharno melalui ponselnya, Minggu (5/6/2016) malam.[tribun]

Astaga ! ABG 15 Tahun Diganyang Dikantor Inspektorat Sanggau, Nih Pelakunya.

Astaga ! ABG 15 Tahun Diganyang Dikantor Inspektorat Sanggau, Nih Pelakunya.

POSMETRO INFO - Pemerkosaan terjadi di Kantor Inspektorat Kabupaten Sanggau, Sabtu (4/6/2016) pukul 04.30 WIB. Korbannya adalah CE (15) yang diduga diperkosa oleh dua pemuda berinisial AR (21) dan JP (20).

"AR merupakan tenaga honorer di Kantor Inspektorat Kabupaten Sanggau, " kata Kapolsek Kapuas, AKP Bambang Suharno melalui ponselnya, Minggu (5/6/2016) malam.

Kapolsek mengatakan, kedua tersangka telah ditahan. Polisi juga telah mendatangi TKP, mengumpulkan barang bukti, mencatat saksi, serta melakukan visum terhadap korban "Tersangka diancam minimal 10 tahun penjara, tapi bisa 15 tahun dan bahkan hukuman mati, " tegasnya.[tribun]
 

Hot News Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger