Warung Bebas

Rabu, 08 Juni 2016

Ruhut: Dari "Gesture", Bu Mega Memang Sayang Ahok Ada chemistry nya


POSMETRO INFO - Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul turut hadir dalam acara haul Taufieq Kiemas dan buka bersama yang digelar di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/6/2016).

Dalam acara tersebut hadir para menteri kabinet, elite partai politik, dan sejumlah pejabat negara, termasuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok.

Ruhut yang waktu berbuka dan makan malam berada satu ruangan dengan pejabat lainnya mengaku menyaksikan Megawati dan Ahok berbincang akrab.

"Ibu Mega dan Ahok ada chemistry. Jadi orang mau ngomong apa, kalau lihat gesture-nya, memang Bu Mega sayang sama Ahok," ujar Ruhut, Rabu petang.

Sebagai pendukung Ahok, Ruhut mengaku tak masalah jika pada akhirnya Ahok memilih maju ke Pilgub DKI Jakarta 2017 lewat jalur partai politik bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Menurut dia, Ahok sudah menunjukkan kinerja nyatanya terhadap Jakarta dan tak sekadar menebar janji.

"Kami dari 'Teman Ahok' win-win solution-lah. Tapi tetap, Ahok aset kita. Mantap," kata anggota Komisi III DPR itu.

Ruhut menambahkan, saat makan malam, Megawati duduk satu meja dengan Presiden Joko Widodo dan istri. Tepat di sebelah kiri Ketua Umum PDI-P itu, duduk Wakil Presiden Jusuf Kalla dan wakil presiden keenam, Try Sutrisno.

Adapun Ahok, kata Ruhut, bersama dirinya dan beberapa pejabat negara lainnya menikmati santapan dengan format standing party.

"Yang makan kan di satu meja. Yang lain standing party. Sudah begitu, kami masuk ke dalam dan ngobrol-ngobrol," ujar dia.

Beberapa waktu belakangan Ahok banyak dikaitkan dengan PDI-P seiring berembusnya kabar bahwa partai berlambang banteng tersebut ingin mengusung Ahok sebagai calon gubernur DKI 2017.

Namun, saat ini status Ahok masih teguh maju lewat jalur independen dengan dukungan para Teman Ahok. (ks)

Subhanallah ! Berbuka Puasa di Warung Soto Ini Cukup Bayar dengan Doa


POSMETRO INFO - Jika mencari tempat berbuka puasa saat Ramadhan tahun ini, Soto Kauman Express, Depok, bisa jadi tempat yang unik. Pasalnya, di warung soto ini, transaksi untuk menikmati menu berbuka puasa dibayar dengan doa alias gratis.

Pengunjung akan disuguhkan satu menu berbuka puasa, seperti soto orisinal Soto Kauman Express, buah kurma, jus belimbing, dan satu hidangan pilihan yang setiap hari berganti. Kemudian, pengunjung cukup menuliskan doa di secarik kertas yang disediakan oleh pelayan Soto Kauman Express.

Pemilik Rumah Makan Soto Kauman Express, Ubaidillah, mengatakan, pola transaksi tersebut termasuk ke dalam program yang bertajuk "Buka Puasa Bayar Pake Doa". Program ini masuk tahun ketiga yang telah dilakukan sejak tahun 2014.

"Tahun ini bedanya dari tahun lalu lebih variatif makanannya. Kalau tahun lalu, cuma ada satu pilihan makanannya. Sekarang ada sembilan pilihan. Kita enggak nyebut gratis, kita gantinya dengan doa. Jadi kartu itu sebagai kuitansi," kata Ubaidillah (34) saat ditemui KompasTravel di Soto Kauman Express, Depok, Rabu (8/6/2016).

Pemilik Soto Kauman Express, Ubaidillah (34) memegang kartu doa sebagai alat transaksi berbuka puasa di bulan Ramadhan tahun ini. Kartu doa adalah alat membayar makanan yang disajikan dalam program "Buka Puasa Bayar Pake Doa".
Ayah dari tiga anak ini menambahkan, program Buka Puasa Bayar Pake Doa adalah program unggulan yang menjadi ajang berbagi pada bulan Ramadhan. Selain menjadi ciri khas Soto Kauman Express, Ubaidillah ingin mengejar dua keutamaan bulan Ramadhan, yakni pahala dan doa orang yang berpuasa.

"Ketika memberi makanan berbuka puasa, pahalanya sama seperti yang berpuasa dan salah satu doa yang makbul adalah ketika orang berbuka puasa," jelasnya.

Setiap harinya, pihak Soto Kauman Ekspress menyediakan 50 set makanan berbuka puasa yang terdiri atas empat hidangan per set. Pengunjung bisa datang mulai pukul 17.30 WIB atau lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk.

"Jumlah kursi kita di Soto Kauman Express ada 30 orang, tapi kalau yang datang lebih dari 30 orang enggak masalah," ungkapnya.

Soto Kauman Express beralamat di Jalan Muchtar Nomor 8A, Kelurahan Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat. Program Buka Puasa Bayar Pake Doa ini berlaku saat waktu berbuka puasa, yakni pukul 18.00 - 18.30 WIB. (ks)

Usai Santap Malam Semeja dengan Megawati, Ahok Mengaku Sakit Perut


POSMETRO INFO - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku sakit perut usai santap malam semeja dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Dengan alasan sakit perut itu pula, dia enggan menjawab pertanyaan wartawan.

Ahok hadir dalam acara haul ke-3 mantan Ketua MPR Taufiq Kiemas, di Kediaman Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, di Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2016) malam. Ahok berada di tempat acara sekitar tiga jam. Bahkan, Ahok disebut-sebut sempat duduk satu meja dengan Megawati, mendampingi Presiden Joko Widodo.

Tidak seperti biasa, saat keluar dari rumah Megawati, Ahok yang sudah berjam-jam ditunggu awak media, malah terkesan menghindar. Ahok yang selalu ramah dan sangat bersemangat melayani pertanyaan wartawan, kali ini berbeda. Bahkan, tiba-tiba orang nomor satu di DKI Jakarta mengaku sakit perut karena kekenyangan.‎

"Aku sakit perut nih kekenyangan," ucapnya sambil berusaha lari dari kejaran wartawan.

Sambil terus berjalan menuju mobil pribadinya, Ahok juga menjawab seadanya pertanyaan wartawan yang penasaran, tentang pembicaraannya dengan Megawati. Hal itu tak lepas dari hubungan Ahok dan Megawati yang dikabarkan retak menjelang Pilkada DKI 2017.

Di sela kejaran wartawan, Ahok menyatakan hanya makan dan berfoto bersama.

"Makan enak, macam-macam semua. Foto-foto, nggak bicara politik," ujar Ahok. (ts)

Hap ! Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Surabaya


POSMETRO INFO - Tim khusus antiterorisme Mabes Polri, Densus 88, menangkap tiga terduga teroris di Surabaya, Jatim, Rabu (8/6/2016). Mereka juga menemukan bom rakitan serta senjata api di lokasi penangkapan.

Kepolisian sejauh ini masih menyelidiki keterkaitan tiga orang tersebut dengan jaringan teroris, kata pejabat Polda Jawa Timur

"Tadi ada kegiatan Densus 88 Mabes Polri yang menangkap terduga teroris di Surabaya. Tersangkanya ada tiga," kata Kepala bidang humas Polda Jatim, Kombes polisi Prabowo Argo Yuwono kepada para wartawan.

Dari lokasi penangkapan, polisi melakukan penggeledahan dan menyita bom rakitan dan senapan rakitan laras panjang dan pendek. "Sekarang sedang didalami oleh penyidik," tambah Prabowo.

Mereka ditangkap di sebuah kamar kos di Jalan Lebak Timur 3D/18, Tambak Sari, Surabaya.

Seorang anggota keluarga dari salah seorang terduga mengaku tidak tahu-menahu tentang aktivitasnya yang dikaitkan dengan tindakan terorisme, seperti dilaporkan Kantor berita Antara.

"Adik saya baru seminggu di Surabaya dari Makassar dan saya tidak tahu kalau terjadi penggeledahan," kata Ani, adik salah-seorang terduga, seperti dikutip Antara. (ts)

Menhan: Geng Motor Itu Dihabisin Saja


POSMETRO INFO - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu meminta aparat menangkap dan menindak tegas semua anggota geng motor yang meresahkan warga.

Hal tersebut dikatakan Ryamizard menyusul terbunuhnya seorang prajurit TNI akibat dianiaya oleh gerombolan bermotor di Jalan Rajawali, Kota Bandung, Minggu (5/6/2016) dini hari.

"Harus ditangkap semua itu," kata Ryamizard ditemui usai menghadiri peringatan 1000 hari meninggalnya Taufik Kiemas di kediaman Megawati Soekarnoputri, Rabu (8/6/2016).

Pihaknya tak mentolerir keberadaan kelompok-kelompok yang meresahkan warga.

"Geng-geng itu dihabisin saja. Enggak boleh tuh. Meresahkan," kata dia.

Sebelumnya dikabarkan geng motor di Kota Bandung kembali menelan korban jiwa. Kali ini korbannya adalah Pratu Galang, anggota prajurit TNI AD.

Korban meninggal dunia setelah mendapat luka tikaman senjata tajam di tubuhnya.

Setelah menganiaya Pratu Galang, para pelaku langsung melarikan diri. Sedangkan, korban yang mengalami luka parah dibawa oleh beberapa saksi ke RS Dustira, Kota Cimahi.

Sekitar pukul 04.00 WIB, korban tiba di rumah sakit dan sekitar pukul 07.00 WIB menjalani operasi pada luka yang dideritanya.

Namun, nyawa korban tak tertolong dan korban meninggal sekitar pukul 10.00 WIB.

Sebelum peristiwa penganiayaan, korban bersama rekan-rekannya di klub motor CB berkumpul sambil minum kopi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung. Usai berkumpul, mereka bubar sekitar pukul 01.30 WIB.

Kasus penganiayaan tersebut kini ditangani jajaran Polrestabes Bandung dibantu Polda Jabar.(ts

Ahok Ngaku Orangnya Megawati (LAGI)


POSMETRO INFO - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama keluar dari rumah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri tepat pukul 19.45 WIB. Ahok keluar lebih lama dibanding Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Makan enak, macam-macam soto semua," ujar Ahok di depan kediaman Mega Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (7/6).

Disinggung membahas Pilkada DKI 2017 dengan Ketua Umum Partai berlambang kepala banteng itu, Ahok menampiknya. "Nggak bicara politik, foto-foto," tampiknya.

Namun, mantan politisi Golkar dan Geridra itu lagi-lagi mengatakan bahwa orang dekatnya Megawati. "Gak ngomong pilkada. Ini teman Jokowi, udah, ini orangnya bu Mega," imbuh Ahok sambil menujukkan jari ke dadanya. 

Keluarga besar Megawati Soekarnoputri mengadakan acara tiga tahun wafatnya Taufik Kiemas di kediamannya. Jajaran pejabat Kabinet Kerja pun tampak menghadiri acara tersebut.

Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi tamu pamungkas yang hadir di kediaman Megawati. Jokowi datang sekitar pukul 17.12 WIB dan disambut oleh Menteri Hukum dan Hak Manusia Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Untuk jajaran menteri Kabinet Kerja, selain Yasonna dan Tjahjo, hadir juga Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Menteri KKP Susi Pudjiastuti, dan Menteri PU-Pera Basuki Hadimuljono.

Dari jajaran kepolisian dan militer, Wakapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan mantan Kapolri Dai Bachtiar tampak hadir. Tak lupa, Jaksa Agung M. Prasetyo juga hadir.

Dari jajaran politisi, lima pimpinan DPR yaitu Ade Komarudin, Taufik Kurniawan, Agus Hermanto, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon sudah hadir. Sementara itu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh hadir mewakili partainya masing-masing.

Ketua panitia acara tersebut, Ahmad Basarah mengatakan acara tausiah kali ini akan dilakukan oleh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj. (rm)

Astaga ! Menteri Dagang Anggap TKI Tak Lebih Sekedar Barang Dagangan Dalam Praktek Ekspor Lecehkan Pancasila !


POSMETRO INFO - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong harus meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya TKI dan keluarga, atas pernyataannya.

Begitu dikatakan anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi, Rabu (8/6) malam.

Lembong, dalam acara Rakernas Kadin di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta mengeluarkan pernyataan bahwa Indonesia tidak melulu ekspor barang. "Kita mesti melebarkan definisi ekspor untuk juga ekspor orang. Remitensi TKI kita selama ini USD 10 M per tahun, kalau digolongkan ke jasa ekspor maka bisa jadi ekspor terbesar ketiga di sektor non-migas."

Rieke sudah mengkonfirmasi langsung ke Lembong dalam rapat kerja yang diselenggarakan di Senayan, siang tadi. Lembong mengakuinya.

"Menteri Perdagangan, Thomas Lembong telah menganggap rakyat yang bekerja sebagai TKI tak lebih sekedar barang dagangan dalam praktek ekspor," terang Rieke.

Dia tekankan, pernyataan Lembong secara tak langsung telah menganggap rakyat yang bekerja sebagai TKI tak lebih sekedar barang dagangan dalam praktek ekspor.

"Pernyataan tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Paradigma berpikir tersebut jelas sesat pikir karena artinya pengiriman TKI mendorong perdagangan manusia," tekan politisi nyaring PDIP ini.

"Praktek human trafficking adalah kejahatan kemanusiaan yang menjadi perlawanan bersama dunia. Jika seorang menteri menyatakan hal seperti itu, maka dapat diasumsikan pemerintah melegalkan dan mendorong perdagangan manusia."

Dia mewanti-wanti Lembong, pengiriman TKI tidak dapat disamakan dengan ekspor barang. Dalam postur anggaran pun, pos remitens TKI berada pada pos berbeda dengan devisa hasil ekspor barang.

"Kalau pun terjadi pengiriman rakyat untuk bekerja di luar negeri tidak bisa dipandang sebagai semata keuntungan ekonomi layaknya ekspor impor barang," demikian Rieke Diah. (rm)
 

Hot News Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger