Warung Bebas

Rabu, 22 Oktober 2014

2 Tahun Memendam Rasa, Akhirnya Kakek ini Nikahi Kambing

Setelah 2 Tahun memendam rasa ahirnya nikahi kambing pliharaannya - Seorang pria asal Brasil yang melamar kambing peliharaannya. Ia memutuskan memilih hewan daripada manusia untuk menjadi istri sah yang akan menemani hari-harinya. Pria ini juga berjanji tidak akan memakannya selama pernikahan berlangsung. Carmelita begitulah nama seekor kambing peliharaan yang membuatnya jatuh cinta hingga akhirnya ia memutuskan untuk melamar sang pujaan hati. Dilansir oleh Metro.co.uk, Aparecido Castaldo, kakek ini memutuskan untuk mengakhiri hari-harinya sebagai seorang pria lajang. Ia memutuskan menikahi Carmelita tercinta, nama sang kambing.



Aparecido telah jatuh cinta dengan hewan peliharaannya karena kambingnya memiliki kelebihan dibanding pendamping manusia. Kelebihan Carmelita yang membuat pria ini dimabuk asmara selama dua tahun lamanya adalah alasan yang akan membuat Anda heran. "Dia tidak berbicara dan tidak ingin uang," kata pria berumur 74 tahun ini mantap.

Alasan ini mungkin terjadi karena Aparecido pernah berulang kali gagal berumah tangga. Ia adalah ayah dari delapan anak, empat wanita dan empat pria dari empat pernikahan yang berbeda. Di hari besar itu Carmelita akan memakai gaun pernikahan pertama yang dibuatkan untuknya. "Pasangan" berbahagia ini akan berjalan atau berlari, menyusuri lorong di Igreja do Diabo, atau Gereja Setan, di kota Jundiai, Brasil.

Unik lagi, upacara pernikahan mereka dijadwalkan pada tengah malam dan akan diikuti dengan pesta besar pada All Souls Say pada hari berikutnya. Aparecido Castaldo bahkan mengatakan bila orang menganggapnya melakukan sesuatu yang salah, ia hanya berkata "kambing tidak cerewet, tidak meminta uang untuk pergi berbelanja dan tidak hamil, bahkan dia tidak bisa bicara"

Selasa, 21 Oktober 2014

Ditawarkan Rumah Sekaligus Penghuni Abadinya ?

Sekilas rumah ini tampak seperti rumah yang lainnya. Tidak ada yang membedakan. Rumah berlantai satu dengan 4 kamar tidur dan tiga kamar mandi didalamnya. Namun, rumah yang kabarnya akan dijual oleh pemiliknya ini konon katanya berpenghuni makhluk yang tidak kasat mata di mata orang biasa.
 
Hal ini diketahui ketika seorang makelar mengambil foto rumah ini.Keaslian dari foto ini sangat diyakinkan, karena ketika ia mengambil foto rumah itu ia sedang sendirian, tidak ada orang lain disana. Diketahui rumah ini memang sudah lama tidak berpenghuni selama bertahun-tahun lamanya, seperti yang dilansir dari avanoustic.blogspot.com.
 
Sebelumnya memang sosok itu tidak di sadari oleh sang pengambil gambar, namun diketahui oleh seorang pencari rumah secara online. Ketika melihat gambar dari rumah tersebut, ia menemukan sosok perempuan yang begitu menyeramkan. Awalnya banyak yang mengira bahwa foto ini adalah palsu, tapi sang pihak makelar menegaskan bahwa saat itu ia hanya seorang diri saat mengambil gambar ini.
 
 
Setelah foto dan berita ini beredar, terungkaplah sebuah fakta bahwa penghuni sebelumnya adalah seorang perempuan yang ditemukan meninggal di dalam rumah itu sendirian, tanpa sanak saudara atupun teman. Sejak saat itu, rumah ini menjadi tidak berpenghuni.
 
Sudah bertahun-tahun lamanya akhirnya properti ini mulai ditawar-tawarkan kembali. Sebelumnya sudah dilakukan penawaran untuk rumah ini, tapi tidak ada pihak yang berani untuk membeli rumah tersebut karena adanya cerita-cerita misterius di dalamnya.
 
Adakah dari Anda yang berminat untuk membelinya?

Burung Ini Berubah Menjadi Perempuan Setengah Baya

 
Kejadian aneh di Nigeria membuat masyrakatnya terheran-heran. Belum lama ada sebuah peristiwa yang jelas-jelas menggambarkan bagaimana sosok  seekor burung berubah menjadi seorang wanita.

Awalnya burung tersebut sedang melintas dan tiba-tiba dirinya menabrak sebuah kabel telepon dan jatuh ke tanah. Namun ketika burung tersebut jatuh, tidak lama berubah menjadi sosok seorang wanita yang sudah tidak begitu muda.

“Itu sangat tidak masuk akal tetapi benar-benar terjadi,” kata Sobowale, salah satu warga yang melihat kejadian tersebut.

“Ketika kami berbicara dengan perempuan itu, dia mengaku mempunyai kekuatan magis dan telah membunuh sejumlah orang. Dia mengatakan akan kembali ke rumah suaminya di Mushin sebelum terjadi insiden itu. Ketika itulah orang-orang mulai berebut untuk mengambil fotonya,” kata Sobowale.

Setelah melihat kejadian itu, banyak warga mulai mengerumuni perempuan itu dan mengabadikannya dalam ponsel genggamnya. Video yang menampilkan rekaman seekor burung yang berubah menjadi wanita tersebut sudah banyak ditonton orang dalam laman YouTube, seperti yang dilansir oleh Suara.com.

Jelas raut muka perempuan dalam video tersebut terlihat stress dan hampir telanjang dengan kondisi kulitnya tampak seperti terbakar. Tapi setelah berubah bentuk, wanita tersebut tidak lama meninggal dunia. Dan jenazahnya dilarikan ke rumah sakit Mainland General Hospitals. Tidak tahu apa penyebab meninggalnya, namun yang pasti tidak ada seorang warga pun yang menghakiminya.

“Saya tidak pernah melihat kejadian ini dalam kehidupan nyata,” kata Banke Idowu yang membuat video perempuan ‘burung’ tersebut.

Banyak warga yang yakin bahwa wanita tersebut adalah seorang penyihir hingga ia dapat merubah wujudnya menjadi seekor burung. Dalam kejadian-kejadian sebelumnya, jika orang tersebut mempunyai bukti yang kuat bahwa ia seorang penyihir, biasanya warga akan main hakim sendiri. Namun dalam kasus ini warga hanya menonton perubahan burung tersebut hingga ia meninggal dunia.

Minggu, 19 Oktober 2014

Misteri Tasbih Benda-Benda Langit




Meskipun ruang angkasa adalah ruang hampa (vakum), tidak berarti bahwa tidak ada bunyi/suara di ruang angkasa. Bunyi diruang angkasa adalah vibrasi elektromagnetik. Hampir semua pesawat ruang angkasa NASA memiliki perangkat untuk merekam vibrasi elektromagnetik ini, semuanya dalam range pendengaran manusia (20 – 20000 Hertz). Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru, suara yang terekam adalah hasil interaksi yang rumit antara partikel elektromagnetik yang bermuatan dari angin bintang (solar wind), ionosfir dan magnetosfir planet.

Informasi dari rekaman suara benda-benda langit ini, sampai sekarang masih menjadi bahan penelitian para ilmuwan, dan dipercaya memiliki pengaruh yang dalam kepada pikiran bawah sadar kita.

Inilah hasil rekaman suara dari Cincin Saturnus, asteroid Miranda, Neptunus, suara bumi, Saturnus Jupiter, IO, Cincin Uranus, Nyanyian bumi, dan Uranus yang digabungkan dengan gambar masing2
Silahkan menikmati …

Apakah ini adalah Tasbih-tasbih mereka seperti yang tersurat pada Quran?

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (QS 17:44)

Wallahualam

10 Candi Termegah di Dunia


Di bumi kita ini banyak ditemukan candi atau kuil. Biasanya bangunan tersebut dibuat sebagai tempat sembahyang, terutama bagi agama Hindu dan Buddha. Nah, apa saja candi terbesar di dunia? Berikut adalah 10 candi terbesar di dunia yang dikutip dari berjambang.blogspot.com
10) Kuil Chion-in, Jepang
Kuil Chion-in dibangun pada tahun 1234 oleh seorang murid dari guru Honen, Genchi. Hal unik yang pertama dari kuil ini adalah terdapat ukiran berupa lambang keluarga Tokugawa di setiap atap balok kuil. Salah satu arsitek yang membantu membangun kembali kuil ini menempatkan beberapa payung di depan kuil ini karena dipercaya dapat membantu menurunkan hujan.kaskus
9) Shwedagon, Burma
Sesuai dengan legenda, kuil berumur lebih dari 2500 tahun. Juga dikenal dengan sebutan candi emas, candi ini terdiri atas stupa dan pagoda. Candi ini terletak di pusat kota Yangon, Burma, dan menghiasi pemandangan kota.
8) Harmandir Sahib, India
Juga dikenal dengan sebutan Golden Temple, Harmandir Sahib merupakan tempat suci bagi umat Sikh. Seluruh bangunan kuil ini terbuat dari emas, dan terletak ditengah-tengah danau. Harmandir Sahib terletak di kota Amritsar.
7) Wat Rong Khun, Thailand
Wat Rong Khun merupakan sebuah candi Hindu dan Buddha di kota Chiang Rai. Candi ini didesain oleh Chalermchai Kositpipat, konstruksi dimulai pada tahun 1997. Keunikan dari candi ini adalah warna bangunannya yang berwarna putih. Sampai sekarang candi ini masih akan diperbesar dan dibangun.
6) Prambanan, Indonesia
Prambanan merupakan kompleks candi Hindu yang didirikan pada abad ke-9. Prambanan melambangkan Trimurti, yakni Dewa Brahma (pencipta), Dewa Wisnu (pemelihara), dan Dewa Shiwa (penghancur). Prambanan merupakan salah satu dari UNESCO World Heritage Site dan merupakan salah satu tujuan wisata utama Kota Yogyakarta.
5) Kuil Surga, Republik Rakyat Cina
Kuil Surga merupakan sebuah kompleks kuil Tao yang terletak di sebelah tenggara kota Beijing. Kompleks ini dikunjungi oleh kaisar-kaisar dinasti Ming dan Qing untuk doa tahunan ke surga agar mendapatkan hasil panen yang baik. Kuil ini merupakan salah satu dari UNESCO World Heritage Site dan merupakan ikon kota Beijing.
4) Candi Srirangam, India
Candi Srirangam merupakan candi yang dipersembahkan kepada dewa Ranganatha. Sekarang, candi ini merupakan candi terbesar di India dan merupakan salah satu candi Hindu terbesar di dunia. Candi ini merupakan tujuan wisata utama bagi Tamil Nadu, India.
3) Tiger’s Nest Monastery, Bhutan
Tiger’s Nest Monastery merupakan situs sakral bagi umat Buddha Himalaya, terletak di Lembah Paro bagian atas. Pada abad ke-8, Guru Padmasambhava meditasi di gua ini selama tiga bulan. Pada tahun 1692, di sekitar gua tersebut di bangun kompleks ini. Kompleks ini terletak di tepi tebing yang curam. Kompleks ini juga merupakan ikon wisata negara Bhutan.
2) Borobudur, Indonesia
Nah, siapa yang tidak tahu dengan candi yang satu ini. Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di Indonesia, sekaligus di Asia Tenggara. Candi ini memiliki 2,672 panel relief dan memiliki 504 stupa dan patung Buddha. Candi ini merupakan salah satu dari UNESCO World Heritage Site dan merupakan ikon wisata utama pulau Jawa.
1) Angkor Wat, Kamboja
Nah, ini dia candi terbesar di dunia. Angkor Wat merupakan kompleks Hindu Buddha terbesar di dunia. Kompleks ini dibangun pada awal abad ke-12 untuk dipersembahkan kepada Raja Suryawarman II sebagai tempat tinggal dan tempat pemerintahannya. Desain kompleks ini berdasarkan desain bangunan Khmer. Angkor Wat memiliki arti ‘Kota Candi’, dan sekarang Angkor Wat merupakan salah satu dari UNESCO World Heritage Site dan merupakan tujuan wisata utama bagi Kamboja.

Candi-Candi yang Ditenggelamkan dan Diungkap oleh Sunami

“Seven Pagodas” atau Tujuh Pagoda telah menjadi julukan untuk kota di selatan India, Mahabalipuram, yang juga disebut Mamallapuram, sejak penjelajah Eropa pertama menginjakkan kaki di kota ini. Seperti yang dikutip dari Alam Mengembang Jadi Guru, ungkapan “Tujuh Pagoda” mengacu pada mitos yang telah lama beredar di India sebelumnya, baru ke Eropa, dan bagian lain dari dunia selama lebih dari sebelas abad.
Sebuah candi yang bernama Candi Pantai (Shore Temple) di Mahabalipuram, yang dibangun pada abad ke-8 di bawah pemerintahan Narasimhavarman II, berdiri di pantai Teluk Benggala. Legenda mengatakan bahwa enam candi lain pernah berdiri bersamanya.

MITOS
Sebuah legenda Hindu kuno ada yang menceritakan asal-usul pagoda. Pangeran Hiranyakasipu menolak untuk menyembah dewa Wisnu. Putra sang pangeran, Prahlada, yang mencintai Wisnu mengkritik kurangnya iman ayahnya. Hiranyakasipu membuang Prahlada tapi kemudian memanggilnya pulang kembali ke rumah. Ayah dan anak kembali mulai berdebat tentang Wisnu. Ketika Prahlada menyatakan bahwa Wisnu hadir di mana-mana, termasuk di dinding rumah mereka, ayahnya menendang sebuah pilar. Wisnu pun muncul dari pilar dalam bentuk seorang pria dengan kepala singa, dan membunuh Hiranyakasipu. Prahlada akhirnya menjadi raja, dan memiliki seorang putra bernama Bali. Bali mendirikan Mahabalipuram di situs ini.

Bukti kuno yang tidak jelas

Rathas Nakula & Sadewa, th 1914, bagian dari komplek 7 Pagoda

Asal candi telah dikaburkan oleh waktu, dan kurangnya catatan sejarah tertulis. D. R. Fyson, orang inggris yang menetap di Madras (sekarang Chennai), menulis sebuah buku singkat tentang kota ini berjudul ‘Mahabalipuram or Seven Pagodas’, yang dimaksudkan sebagai souvenir panduan untuk wisatawan Eropa. Di dalamnya, ia menyatakan bahwa Raja dinasti Pallava, Narasimharavarman I lah yang mulai membangun dan sekaligus memperbesar Mahabalipuram, sekitar 630 M. Saat itu belum ada bukti arkeologi yang menunjukkan apakah kota yang dibangun oleh Narasimharavarman I ini adalah yang pertama yang dihuni di lokasi ini.
Sekitar 30 tahun sebelum berdirinya kota Narasimharavarman I, Raja dari dinasti yang sama, Mahendravarman memulai serangkaian pembangunan “kuil gua” yang diukir dilereng bukit berbatu. Bertentangan dengan namanya, kebanyakan kuil gua ini bukan gua alami. Mahendravarman I dan Narasimharavarman I juga memerintahkan pembangunan kuil/candi yang berdiri bebas, yang disebut Rathas dalam bahasa daerah, Tamil. Sembilan Rathas saat itu berdiri di lokasi itu. Pembangunan kedua jenis candi di Mahabalipuram tampaknya berakhir sekitar 640 M. Fyson menyatakan bahwa bukti arkeologis mendukung klaim bahwa sebuah biara (vihara) ada di Mahabalipuram kuno. Ide biara diadopsi dari praktek penduduk Buddhis masa lalu di kawasan itu. Fyson menunjukkan bahwa tempat para biarawan mungkin telah dibagi antara sejumlah Rathas kota. Pengaruh Buddha juga tampak dalam bentuk pagoda tradisional dari Candi/Kuil Shore dan arsitektur lainnya yang masih tersisa.
Fyson mengkhususkan halaman terakhir dari buku tipisnya, untuk mitos yang sebenarnya dari tujuh pagoda. Dia menceritakan mitos lokal mengenai pagoda, bahwa Dewa Indra menjadi cemburu dengan kota duniawi yang megah ini dan kemudian menenggelamkannya selama badai besar, dan hanya menyisakan Shore Temple di atas air. Dia juga menceritakan pernyataan dari orang-orang Tamil setempat bahwa setidaknya beberapa dari candi lainnya dapat dilihat “berkilauan di bawah gelombang” dari perahu nelayan. Apakah enam pagoda yang hilang itu benar-benar ada atau tidak, tampaknya tidak menjadi perhatian utama Fyson. Namun, enam candi yang hilang terus memikat penduduk setempat, para arkeolog, dan para pecinta mitos.

Penjelajah (penjajah) Eropa
Sejarawan India N. S. Ramaswami menyebut Marco Polo sebagai salah satu orang Eropa yang pertama mengunjungi Mahabalipuram. Marco Polo meninggalkan beberapa rincian kunjungannya tetapi tidak menandainya pada Peta Catalan nya tahun 1275.
Banyak orang Eropa yang berkunjung kemudian, menceritakan kisah Tujuh Pagoda. Yang pertama menuliskannya adalah John Goldingham, seorang astronom Inggris yang tinggal di Madras di akhir abad 18 dan awal abad 19. Dia menulis akun kunjungannya dan legenda pada tahun 1798, yang kemudian dikumpulkan oleh Mark William Carr dalam bukunya yang diterbitkan tahun 1869 berjudul “Makalah Deskriptif dan Sejarah yang Berkaitan dengan Tujuh Pagoda di Coromandel Coast”. Dalam bukunya Goldingham menjelaskan semua seni, patung, dan prasasti yang ditemukan di seluruh situs arkeologi di Mahabalipuram. Dia menyalin banyak prasasti dengan tangan dan memasukkannya dalam esainya.

Pada tahun 1914, penulis inggris, J.W. Coombes mempercayai legenda pagoda setempat. Menurut dia, pagoda pernah berdiri di tepi pantai, dan kubah tembaga mereka merefleksikan sinar matahari dan menjadi tengara bahari. Dia menyatakan bahwa saat itu tidak diketahui dengan pasti, berapa banyak pagoda pernah ada. Ia percaya bahwa jumlahnya mungkin hampir tujuh.
Uniknya, sejarawan india, N.S. Ramaswami menuduh bahwa mitos tujuh pagoda yang dipercaya oleh orang eropa itu adalah dampak/akibat salah tafsir orang eropa terhadapi Syair seorang penyair eropa, Robert Southey, yang berjudul “The Curse of Kehama”, diterbitkan pada tahun 1810. Dalam puisinya, Southey jelas menyatakan bahwa lebih dari satu Pagoda terlihat. Tapi menurut Ramaswami, itu merujuk pada kota lain, bukan Mahabalipuram. Southey menceritakan kisah-kisah romantis dari banyak budaya di seluruh dunia, termasuk India, Roma, Portugal, Paraguay, dan suku-suku asli Amerika, yang semuanya didasarkan pada akun perjalanan orang lain, dan imajinasinya sendiri. Menurut Ramaswami “Kutukan Kehama” jelas mempengaruhi pemikiran orang eropa.
Ramaswami juga mengatakan bahwa penjelajah Eropa tidak sepenuhnya negatif. Dia mencatat bahwa, sebelum orang Eropa mulai mengunjungi India Selatan, banyak monumen kecil di Mahabalipuram yang sebagian atau seluruhnya ditutupi oleh pasir. Para penjajah dan keluarga mereka memainkan peran penting dalam mengungkap situs arkeologi di waktu luang mereka. Setelah para Arkeolog Inggris saat itu menyadari tingkat dan keindahan situs, menjelang akhir abad ke-18, mereka menunjuk antiquarians berpengalaman seperti Colin Mackenzie untuk memimpin penggalian.

Shore temple sekitar tahun 1914

Sebelum akhir 2004, semua bukti tentang keberadaan Tujuh Pagoda sebagian besar adalah anekdot. Keberadaan Shore Temple, candi yang lebih kecil dan Rathas hanya membuktikan bahwa daerah tersebut memiliki makna keagamaan yang kuat, tetapi ada sebuah bukti baru yaitu sebuah lukisan dari era Pallava yang menggambarkan sebuah komplek candi. Ramaswami bahkan menulis secara eksplisit dibukunya tahun 1993 yang berjudul “Candi-Candi di India Selatan”, bahwa “Tidak ada kota yang tenggelam di Mamallapuram. Julukan yang diberikan oleh orang Eropa , ‘The Seven Pagodas’ adalah irasional dan tidak dapat dipertanggungjawabkan”.
Namun kemudian pada tahun 2002 para ilmuwan memutuskan untuk menjelajahi daerah lepas pantai Mahabalipuram, dimana banyak nelayan Tamil modern yang mengaku telah melihat sekilas reruntuhan di dasar laut. Proyek ini merupakan upaya bersama antara National Institute of Oceanography (NIO, India) dan Scientific Exploration Society, (Vora, Inggris). Kedua tim menemukan sisa-sisa dinding di kedalaman 5 sampai 8 meter, dan 500 sampai 700 meter dari pantai. Tata letak dinding tersebut mengisaratkan bahwa mereka adalah dinding beberapa kuil. Para Arkeolog juga mengatakan bahwa dinding tersebut bertanggal kembali ke era Pallava, kira-kira saat Mahendravarman I dan Narasimharavarman I memerintah wilayah tersebut. Para ilmuwan juga menambahkan bahwa situs bawah air mungkin mengandung struktur tambahan dan artefak , dan layak untuk dieksplorasi lebih lanjut di masa depan.

Sesaat sebelum tsunami
Sesaat sebelum tsunami 26 desember 2004 melanda Samudera Hindia, termasuk Teluk Benggala, air laut di lepas pantai Mahabalipuram surut sekitar 500 meter. Banyak turis dan warga setempat yang menyaksikan peristiwa surutnya air laut ini melihat, barisan batu-batu besar yang panjang muncul dari air. Setelah sunami datang, batu-batu ini tertutup kembali oleh air. Namun, sedimen yang berabad abad telah menutupinya kini telah pergi. Tsunami juga membuat beberapa perubahan garis pantai, yang menyebabkan beberapa patung dan struktur kecil yang sebelumnya terendam air, ditemukan di pantai.

Candi yang terendam di Mahabalipuram

Setelah tsunami
Kesaksian para saksi yang melihat semacam bangunan sesaat sebelum sunami, kembali mendorong ketertarikan kalangan ilmiah terhadap situs ini. Mungkin temuan arkeologi paling terkenal setelah tsunami adalah patung batu singa besar, yang muncul di pantai karena perubahan garis pantai Mahabalipuram yang disebabkan oleh sunami. Patung singa ini ternyata berasal dari abad ke -7. Penduduk setempat dan wisatawan telah berbondong-bondong untuk melihat patung ini tak lama setelah tsunami.

Patung Singa

Pada April 2005, Survei Arkeologi India (ASI) dan Angkatan Laut India mulai mencari di perairan lepas pantai Mahabalipuram dengan perahu, menggunakan teknologi sonar (Das). Mereka menemukan bahwa deretan batu-batu besar yang telah dilihat orang sesaat sebelum tsunami adalah bagian dari dinding setinggi 6 kaki dan panjangnya 70 meter. ASI dan Angkatan Laut juga menemukan sisa-sisa dua candi terendam lain dan satu kuil gua dalam jarak 500 meter dari pantai. Meskipun temuan ini tidak/belum begitu sesuai dengan mitos tujuh pagoda, setidaknya mereka menunjukkan bahwa sebuah kompleks besar kuil berada di Mahabalipuram. Ini membuat mitos yang selama ini beredar menjadi lebih dekat dengan realitas – dan ada kemungkinan lebih banyak penemuan yang menunggu untuk ditemukan.

Arkeolog ASI, Alok Tripathi mengatakan kepada The Times of India pada wawancara Februari 2005, bahwa eksplorasi sonar telah memetakan dinding dalam dan luar dari dua candi yang terendam. Dia menjelaskan bahwa timnya belum bisa menunjukkan fungsi bangunan ini. A.K. Sharma dari Angkatan Laut India juga mengatakan kepada The Times of India bahwa tata letak struktur yang terendam ini terkait dengan Shore Temple dan struktur yang tidak terendam lainnya, dan juga cocok dengan lukisan era Pallava tentang komplek Tujuh Pagoda.

Ekskavasi situs di pantai Mahabalipuram, India.


Para peneliti menyelidiki sebuah artefak kuno yang diungkap oleh tsunami di pantai Mahabalipuram, 45 km sebelah selatan Madras, India, 17 Feb 2005

Arkeolog T. Satyamurthy dari ASI juga menyebutkan pentingnya temuan sebuah prasasti yang muncul di pantai setelah tsunami. Prasasti tersebut menyatakan bahwa Raja Krishna III telah membayar para penjaga api abadi di sebuah kuil tertentu. Para arkeolog mulai menggali di sekitar prasati tersebut ditemukan, dan dengan cepat menemukan struktur candi Pallava lain. Mereka juga menemukan banyak koin dan item yang digunakan dalam upacara keagamaan Hindu kuno. Saat penggalian candi era Pallava ini, para arkeolog juga menemukan fondasi era Tamil Sangam, berusia sekitar 2000 tahun. Kebanyakan arkeolog yang bekerja di situs percaya bahwa tsunami pernah melanda daerah ini kira-kira antara periode Tamil Sangam dan Pallava, menghancurkan kuil tua.
ASI secara tidak sengaja juga menemukan struktur yang jauh lebih tua di situs. Sebuah struktur bata kecil, yang sebelumnya tertutup oleh pasir, muncul di pantai setelah tsunami. Para arkeolog meneliti struktur itu, dan diketahui struktur itu berasal dari periode Tamil Sangam. Meskipun struktur ini tidak cocok dengan legenda tradisional, namun ini menambahkan intrik dan kemungkinan sejarah yang belum tereksplorasi di situs.
Pendapat di kalangan arkeolog saat ini adalah bahwa tsunami lain pernah menghancurkan kuil Pallava di abad ke-13. Ilmuwan ASI, G. Thirumoorthy mengatakan kepada BBC bahwa bukti fisik dari tsunami abad ke-13 dapat ditemukan di hampir sepanjang East Coast India.

Subrahmanya temple, salah satu candi yang terungkap oleh sunami 2004. Dipercaya sebagai salah satu dari 7 Pagoda


Kumpulan Fakta dan Foto-Foto Burung Merak Saat Terbang

Apakah anda pernah lihat burung merak saat dia terbang tinggi? Jika belum, minimal anda dapat melihat foto-foto burung merak saat terbang di artikel ini.
Seperti yang dikutip dari versesofuniverse.blogspot.com, Burung Merak jantan adalah burung besar, burung berwarna-warni (biasanya biru dan hijau) dikenal dengan ekor warna-warni mereka. Bulu ekornya yang panjang membuat ekor mereka memanjang lebih dari 60 persen dari total panjang mereka dan mereka dapat mengembangkan bulu ekornya dengan indah untuk menarik betina.
Istilah “peacock” umumnya digunakan untuk merujuk kepada burung dari kedua jenis kelamin. Namun secara teknis, hanya burung merak jantan lah yang disebut peacock, sedangkan burung merak betina disebut peahens, dan bersama-sama, mereka disebut peafowl.


Pejantan yang sesuai dapat mengumpulkan harem beberapa beberapa betina, masing-masing akan menelurkan 3-5 telur. Bahkan, merak liar sering bertengger di pohon-pohon hutan dan berkumpul dalam kelompok-kelompok yang disebut parties.
Peacocks adalah ground feeder yang memakan serangga, tanaman, dan makhluk kecil. Ada dua spesies burung merak yang akrab. Merak biru tinggal di India dan Sri Lanka, sedangkan merak hijau ditemukan di Jawa dan Myanmar. Satu spesies lainnya dan kurang dikenal adalah merak Kongo, mendiami hutan hujan Afrika.


Merak seperti merak biru telah dikagumi oleh manusia dan disimpan sebagai hewan peliharaan selama ribuan tahun. Pembiakan selektif telah menciptakan beberapa kombinasi warna yang tidak biasa, tetapi burung merak liar itu sendiri penuh dengan warna cerah. Mereka bisa agak galak dan tidak bercampur dengan baik dengan burung peliharaan lainnya.
Karena burung merak kini sudah langka, maka sangat jarang orang pernah melihat mereka terbang di alam bebas. Saat mereka terbang, mereka pun terlihat indah dan anggun. Mungkin burung merak yang sedang terbang dibawah sinar keemasan matahari lah yang menginspirasi kisah burung mitos Phoenix. Ya, mereka digambarkan sangat mirip.
Dibawah ini adalah foto-foto burung merak saat sedang terbang di alam bebas











 

Hot News Copyright © 2012 Fast Loading -- Powered by Blogger